Promo Umroh Sejarah 2016/2017

  • 0

Promo Umroh Sejarah 2016/2017

Umroh Sejarah bersama budi ashari 2016 2017

Kembali Biro Umroh Saibah Semarang menghadirkan Umroh Sejarah, selain umroh reguler. Untuk Tahun 2016-2017 ini kami akan membahas mengenai bagaimana Rasulullah SAW Membangun kota Madinah sehingga Umroh ini bertemakan Umroh Sejarah Madinah insya Allah pada tanggal 22 desember 2016 dan Awal April 2017.

Tetap didampingi oleh Ustadz Budi Ashari LC ( Host Khalifah Trans 7 ) dan tim. Beliau seorang ahli di bidang Shiroh Nabawiyah.

Semoga dengan mengikuti umroh sejarah madinah, semoga kita bisa meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, sebagai teman, sebagai kepala keluarga, sebagai kepala negara dan tentunya sebagai pembawa kabar berita yang memperbaiki akhlak kita semua…aamiin.


  • 0

  • 0

Tatacara dan Makna Tahallul Dalam Umroh dan Haji

Menurut bahasa Tahallul berarti ‘menjadi boleh’ atau ‘dihalalkan’. Dengan demikian Tahallul ialah diperbolehkan, halal, keluar atau membebaskan diri dari seluruh larangan atau pantangan selama Ihram. Prakteknya adalah dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut di kepala atau menggunting sekurang-kurangnya tiga helai rambut, khususnya bagi wanita.

Allah SWT berfiman: “Sesungguhnya kamu tetap memasuki Masjidil Haram (pada masa ditentukan) dalam keadaan aman (menyempurnakan ibadah kamu) dengan mencukur kepala kamu dan kalau (tidak pun) menggunting sedikit rambutnya… .” (Surah Al-Fath, ayat 27)

Bergunting atau bercukur hanya sekali saja untuk ibadah haji dan sekali saja bagi satu ibadah umroh. Larangan yang dikenakan sebelum itu yaitu ketika ihram dimansuhkan dan perkara yang diharamkan dalam waktu tertentu kini sudah halal untuk dilakukan. Hal ini juga berarti menamatkan amalan haji atau umrah untuk keluar dari larangan ihram.

Tatacara dan Makna Tahallul Dalam Umroh
Pelaksanaan Tahallul bagi jamaah umroh adalah setelah jamaah umroh selesai melakukan Sai setelah Thawaf. Jadi begitu selesai Sai atau berjalan tujuh kali dari bukit Shofa ke bukit Marwah, maka jamaah Umroh langsung melakukan Tahallul.

Pelaksanaan Tahallul jamaah Umroh tentu saja selalu dilakukan di bukit Marwah. Untuk jamaah umroh wanita, cukup dengan mengunting atau memaotong tiga helai rambutnya. Sementara bagi jamaah laki-laki disunnahkah untuk menggundulnya secara plontos. Jamaah wanita tentu saja dipotong oleh jamaah wanita lain yang sudah bertahallul, atau oleh sumainya. Haram dipotong oleh laki-laki lain yang bukan muhrimnya. Dan harus tetap menjaga auratnya selama pelaksanaan tahallul jangan sampai terlihat oleh orang lain yang bukan muhrim. Jadi bagi jamaah umroh wanita saat melakukan tahhalul memang perlu hari-hati.

Pelaksanaan cukup gundul bagi jamaah laki-laki tentu saja tidak dilakukan di bukit Marwah. Namun di luar Masjidil Haram. Biasanya setelah kita keluar dari pintu Masjidil Haram yang dekat dengan bukit Marwah banyak tukang cukur disana. Jamaah laki-laki bisa minta dicukur gundul dengan biaya sekitar 10-20 Real.

Khusus bagi jamaah laki-laki yang sudah memiliki niat untuk badal umroh, baik untuk orang tua dan keluarga yang sudah tiada, atau sudah tua atau sedang jatuh sakit dan tidak memungkinkan berangkat ke Baitullah maka pada saat tahallul pada umroh pertama ini tentu jangan dicukur gundul. Nanti setlah pelaksanaan badal umroh selesai maka silakan tahallul dengan cukur gundul.

Mengapa cukur gundul? Karena Rasulullah Muhammad SAW mendoakan 1 kali bagi jamaah umroh dan haji yang tahallul dengan tidak mencukur gundul. Sedang bagi jamaah umroh dan haji yang bertahallul dengan cukur gundul Rasulullah Muhammad SAW mendoakan sebanyak 3 kali.

Ada 2 Jenis Tatacara dan Makna Tahallul Dalam Haji
A. Tahallul Awal

Tahallul awal dalam rangkaian ibadah haji adalah melepaskan diri dari larangan Ihram, setelah melakukan dua di antara tiga perbuatan berikut :

1. Melontar Jamratul Aqabah dan bercukur.
2. Melontar Jamratul Aqabah dan Tawaf Ifadah,
3. Tawaf Ifadah, Sai dan bercukur.
Tatacaranya yaitu dengan bercukur atau menggunting rambut yang dilakukan lebih awal ketika sudah sampai di Mina setelah mabit dari Muzdalifah pada 10 Zulhijjah, yang dilanjutkan dengan melontar Jumratul Aqabah. Begitu jamaah haji sudah melakukan tahallul awal maka ia sudah boleh melepas ikhomnya dan dihalalkan bagi jemaah haji melakukan segala larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri dan melakukan akad nikah. Untuk jamaah haji Indonesia kebanyakan melaksanakan Tahallul awal ini dengan cara ini.

Namun ada juga sebagian jamaah haji Indonesia yang melakukan dengan cara kedua dan ketiga. Cara ini memang lebih berat karena jamaah haji harus berangkat ke Mekkah. Sementara kendaraan dari Mina ke Mekkah agak sulit, macet total. Kesulitan kedua, setelah selesai Tahallul di Masjidil Haram, jamaah juga harus segera kembali ke Mina lagi untuk melakukan mabit atau menginap dan melontah jumroh tanggal 11, 12 dan 13 Dzuhijjah. Jamaah haji harus sudah sampai di Mina sebelum matahari tenggelam. Sebab apabila sampai di Mina setelah matahari tenggelam maka wajib membayar dam. Jadi dalam sehari tersebut jamaah harus bolak – balik Mina – Mekkah – Mina. Kelebihan yang diperoleh adalah jamaah haji bisa melaksanakan sholat Ied Adha di Masjidil Haram.

B. Tahallul Thani / Qubra

Tahallul thani atau qubro atau tahallul akhir dalam rangkaian ibadah haji adalah melepaskan diri dari keadaan Ihram setelah melakukan secara lengkap ketiga-tiga ibadah berikut:

1. Melontar Jamratul Aqabah.
2. Bercukur dan Tawaf Ifadah,
3. Sai
Tahallul Thani ini dilakukan para jemaah haji setelah melakukan thawaf dan sai haji, sekembalinya ke Makkah setelah selesai wukuf di Arofah. Yaitu setelah melakukan semua rukun haji termasuk satu wajib haji yaitu melontar Jamratul Aqabah, walaupun belum melontar tiga jamrah dan bermalam di Mina, maka halal semua larangan ihram.

Tatacara dan Makna Tahallul Dalam Umroh dan Haji sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Tahallul atau bercukur adalah salah satu ritual umroh dan haji yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan, terutama dalam Madzhab Syafi’i. Meski bercukur atau memotong sebagian rambut ini terkesan remeh, namun jika ditinggalkan akan membuat ibadah umroh dan haji tidak sah. Jika demikian, itu artinya diwajibkan untuk mengulang kembali ibadah tersebut pada waktu yang lain atau tahun berikutnya.

Mengapa perbuatan yang tampak begitu remeh dapat membatalkan ibadah umroh dan haji yang jauh lebih besar? Waallohu ‘alam. Itulah yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW dan tatacara umroh dan haji. Rasulullah SAW menekankan, agar kita mengikuti tatacara umroh dan haji yang dicontohkannya.

Dengan diwajibkannya bercukur dalam rangkaian ibadah umroh dan haji, Allah SWT sebenarnya sedang mengajarkan bahwa manusia tetaplah manusia. Ia harus sadar bahwa selamanya dirinya adalah hamba Allah SWT. Manusia harus bersikap khusyuk, tawadhu’ (rendah hati), dan khudhu’. Tiga sikap itu akan mengantarkan mereka menjadi makhluk yang dicintai oleh Allah SWT.

Melakukan tahallul yaitu mencukur rambut adalah simbol dari meletakkan mahkota seseorang. Artinya, orang tersebut menanggalkan kesombongan yang menjadi seseorang tinggi hati dari orang lain.

Semoga dengan rontoknya ribuan rambut di kepala para jamaah umroh dan haji ketika ia bertahallul, maka rontok juga segala ribuan keangkuhan dan kesombongannya yang akan menjadikannya haji yang tawadlu’ dan rendah diri.

“…Dan jangan kamu cukur gundul kepalamu sampai binatang sembelihanmu tiba ke tempat…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 196)

Al-Quran secara terperinci mengatur ritual haji, termasuk waktu bercukur yang termasuk rukun tahallul. Saat terbaik (untuk bercukur) adalah setelah melontar jumroh aqobah pada tanggal 10 Zulhijjah. Mencukur habis rambut kepala dalam ibadah haji adalah syi’ar agama Islam.

Rasulullah Saw. berdoa untuk memintakan ampun bagi mereka yang mencukur gundul rambutnya sampai tiga kali. Pada kali keempat, barulah beliau mendoakan orang yang hanya menggunting sebagian rambutnya. Pada upacara aqiqah, Rasulullah pun menyuruh umatnya uuntuk cukur habis rambut bayi berumur tujuh hari. Selain sebagai ekspresi taat kepada Rasulullah Saw., mungkin ada hikmah lain dari perintah mencukur rambut ini.

Setelah lengkap melaksanakan ibadah Tahallul, jangan lupa ya memanjatkan doa sesuai yang diinginkan.


  • 0

Bahaya Dibalik Paket Umroh Murah

Paket umroh murah ternyata beresiko sangat besar. Beberapa minggu terakhir ini kita disuguhi oleh berita bahwa kementerian agama akan mengambil alih pengelolaan umroh. Walaupun pada akhirnya dianulir oleh menteri agama melalui siaran pers nya, kebijakan itu menuai pro dan kontra dari masyarakat luas terutama dari penyelenggaranya.

Salah satu alasan pemerintah yang mendasari pengambil alihan ini adalah ramainya penipuan yang terjadi dari travel umroh bodong. Hitungan sederhana dari website media nasional menunjukkan bahwa setiap bulannya ada ribuan calon tamu Allah yang tertipu.

Padahal yang muncul di media sebenarnya pasti hanya puncak gunung es. Gunung es nya jauh lebih besar lagi, alasannya sederhana, biro travel umroh bodong biasanya menggandeng tokoh agama (cth:ustadz) untuk memasarkan produknya. Tentunya, jika ada masalah hampir tidak mungkin masyarakat akan melaporkan tokoh tersebut ke polisi kan ?

Anehnya, masyarakat nampaknya masih belum belajar dari ratusan kejadian yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir ini padahal modus penipuan umroh ini sudah terjadi sejak tahun 90an atau bahkan lebih awal lagi.

 

Untuk memahami apa motif biro menjual paket umroh murah dengan harga super murah kita harus memahami seberapa besar biaya umroh dari paket umroh yang wajar, dengan mendetailkan struktur biaya dari masing masing komponennya. Secara umum, komponen biaya umroh adalah transportasi udara, penginapan/akomodasi, transportasi lokal, katering, muthawif / local handling, visa dan keuntungan biro

 

  1. Transportasi udara

 

Besaran biaya transportasi udara biasanya bergantung dari beberapa faktor yaitu jenis maskapainya (full service, medium atau LCC), waktu keberangkatan, harga minyak dunia dan banyak hal lainnya. Secara umum, biaya maskapai full service adalah US$1.100 keatas, medium US$900 keatas dan LCC di US$700 keatas.

 

  1. Penginapan / Akomodasi

 

Biaya untuk fasilitas ini di Tanah suci paling rendah adalah sekitar 100 US$ untuk penginapan 6-7 hari per kepala untuk fasilitas sekelas apartemen / flat. Untuk hotel bintang 3 sekitar US$200, bintang 4 sekitar 300US$ dan bintang 5 diatas 400US$.

 

  1. Transportasi lokal

 

Untuk transportasi lokal, biaya standar untuk penyewaan bis yang mengikuti sekitar US$100 untuk bis AC dengan fasilitas paling rendah.

 

Ada juga pilihan untuk menggunakan SAPTCO (seperti DAMRI) yang menyediakan fasilitas bis antar kota (Jeddah, Makkah, Madinah) dengan biaya sekali jalan sekitar US$15.

 

  1. Katering

 

Biaya sekali saji adalah sekitar 5-6 US$ per sajian. Mengasumsikan bahwa jamaah harus makan 21 kali dalam waktu 7 hari maka biaya paling sedikit yang harus dikeluarkan tidak kurang adri US$100

 

  1. Muthawif/Local Handling

 

Untuk muthawif, full service besaran biayanya adalah sekitar US$100 selama 8 hari.

 

  1. Visa

 

Biaya visa bervariasi antara 35 US$-70 US$ bergantung musim.

 

  1. Keuntungan Biro

 

Komponen biaya ini tidak ada standarnya, tapi tentu saja sulit kita bisa bayangkan ada biro yang keuntungannya hanya dibawah 5% dari biaya dasar

Selain biaya biaya tersebut, masih ada komponen biaya lain seperti pengurusan pasport, toolkit (kaos, seragam, buku) yang seringkali merupakan tanggung jawab pribadi.

Dengan hitungan tersebut, maka biaya umroh minimal untuk paket umroh dengan level fasilitas terkait adalah

 

  1. Non Bintang : US$1200
  2. Bintang 3 : US$1400
  3. Bintang 4 : US$1600
  4. Bintang 4 : US$1900

 

Dengan rate Dollar 14.000 tentu saja kita bisa mengasumsikan bahwa jika ada paket umroh yang dijual dibawah Rp17.000.000 tidak akan menutupi modal bisnis. Lalu kenapa masih banyak saja travel umroh yang menjual paket umroh dengan harga sangat murah ?

Apakah travel umroh yang menjual paket dengan harga sedemikian itu hanya sekedar promosi ? atau hanya gali lobang tutup lobang saja ?. Lalu juga kenapa banyak travel umroh yang menjual paket dengan harga miring menerapkan sistem antrian dengan alasan kuota ? Padahal beda dengan haji yang memiliki kuota, umroh tidak ada batasan sama sekali.

Apakah kita sedang menuju “kiamat” penyelenggaraan umroh dari data penulis, ada beberapa ratus ribu calon jamaah umroh masuk “daftar antrian” dengan model umroh murah seperti ini ?

Entahlah, Intinya, hati hati, jangan beresiko dalam ibadah umroh. Seperti ungkapan “thing that is too good to be true, probably is”

http://musmus.me/index.php/2015/12/21/ini-bahaya-dibalik-paket-umroh-murah/

Tulisan asli dari kompasiana


  • 0

Umroh Sejarah Madinah 2015-2016

Kembali Biro Umroh Saibah Semarang menghadirkan Umroh Sejarah, selain umroh reguler. Untuk Tahun 2015-2016 ini kami akan membahas mengenai bagaimana Rasulullah SAW Membangun kota Madinah sehingga Umroh ini bertemakan Umroh Sejarah Madinah insya Allah pada tanggal 27 desember 2015.

Tetap didampingi oleh Ustadz Budi Ashari LC ( Host Khalifah Trans 7 ) dan tim. Beliau seorang ahli di bidang Shiroh Nabawiyah.

Semoga dengan mengikuti umroh sejarah madinah, semoga kita bisa meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, sebagai teman, sebagai kepala keluarga, sebagai kepala negara dan tentunya sebagai pembawa kabar berita yang memperbaiki akhlak kita semua…aamiin.

Perdagangan

1. Mina :
Rasulullah dan para sahabatnya, tidak main-main dalam menyiapkan kota Madinah sebagai lokasi hijrah. Mina, yang hari ini menjadi bagian dari rukun haji bagi setiap jamaah haji, adalah tempat yang dipilih sebagai lokasi merencanakan hijrah tersebut. Mengapa Mina yang dipilih ? Seperti apa situasi Mina pada saat nabi dan para sahabatnya merencanakan hijrah ? Inilah yang akan kita ketahui saat umroh bersama kami…

promo umroh sejarah

Umroh Sejarah desember 2015 Biro Umroh Saibah semarang 2-2

2. Pasar Yahudi :
Jika kita mengunjungi kota Madinah saat ini, terutama di sekitar Masjid Nabawi, kita hanya melihat hotel dan bangunan perkantoran berbaris rapi menghias keramahan kota nabi ini. Namun pernahkah kita berpikir, bahwa dahulu ekonomi kota Madinah di zaman nabi, di topang oleh dua pasar ? Ya pasar kaum yahudi yang telah lama berdiri dan pasar muslimin yang didirikan kaum muslimin saat hijrah.
Lalu dimanakah lokasi pasar tersebut hari ini ? Tak hanya itu, dalam program umroh kali ini, para pembimbing akan menyampaikan sejarah tentang cara nabi menguasai perekonomian di Madinah, mengalahkan kehebatan pasar yahudi yang akhirnya tutup seiring diusirnya orang-orang yahudi dari Madinah tahun 7 H

umroh sejarah bersama ust budi ashari dan saibah

121123100617-lawrence-jordan-1-horizontal-gallery

3. Uhud :
Peperangan ini adalah merupakan misi balas dendam kaum kafir Quraisy atas kekalahan mereka di perang Badr. Sekitar 10.000 prajurit mereka kirim untuk menghadapi pasukan muslimin yang hanya berkekuatan 3.000 orang. Semula angin kemenangan berpihak kembali kepada kaum muslimin. Namun disaat kemenangan didepan mata, Allah memberikan pelajaran kepada kaum muslimin. Penyebab yang terlihat kasat mata adalah ketidaktaatan sebagian besar pasukan panah yang berjumlah 50 orang atas perintah nabinya. Namun apa penyebab utama dari kejadian ini ? Mengapa Allah sampai menimpakan kekalahan kepada kaum muslimin, padahal di tengah-tengah pasukan ada sosok nabi Nya yang ma’shum yang menjadi jaminan bahwa pasukan ini dipenuhi oleh pasukan orang-orang beriman ?

Misteri ini akan terkuak dalam program umroh kali ini insya Allah…

Keterangan Lebih lanjut Hubungi
PT. SAIBAH MULIA MANDIRI
Jalan Hasanudin 243 B
Telp/Fax 024-3521821, 3548963,
Mobile/HP  – 0812 2544 2388
SEMARANG-INDONESIA
www.saibah.co.id


  • 0

Waktu yang baik untuk berdoa agar dikabulkan oleh Allah

Doa merupakan salah satu kekuatan besar umat muslim. Ketika tangan dan lisan sudah tidak dapat lagi mencegah hal yang buruk dan mengajak pada kebaikan, maka doa adalah upaya pungkasannya. Doa yang tulus ikhlas ibarat tetesan air yang terus menerus mengenai batu yang keras hingga membuat batu itu berlubang.

Agar doa-doa kita terkabul, ada baiknya kita berdoa pada waktu-waktu yang mustajab. Kapankah itu? Berikut uraiannya.

1
Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Doa mustajab yaitu saat sahur (sepertiga malam terakhir)

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

2
Saat berbuka puasa
Berbuka puasa dengan kurma dan air putih

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

3
Saat malam lailatul qadar
Lembaran ayat suci Al-Quran Surat Al-Qadr

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah, ‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku‘”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

4
Saat adzan berkumandang
Muadzin mengumandangkan adzan

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5
Saat di antara adzan dan iqamah
Speaker masjid saat senja

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

6
Saat sedang sujud dalam salat
Sujud dalam jamaah salat wajib

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7
Saat sebelum salam pada salat wajib
Duduk terakhir dalam salat wajib

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam.

8
Saat hari Jumat
Sunnah hari Jumat

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

9
Saat hujan turun
Hujan turun

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10
Hari Rabu antara Dhuhur dan Ashar
Hari Rabu (Wednesday)

“Nabi shallallahu ‘alahi Wasallam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘

11
Hari Arafah
9 Dzulhijjah adalah hari arafah

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah.

12
Saat perang berkecamuk
Ilustrasi perang Badar

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

13
Saat minum air zam-zam
Persediaan air zam-zam di Makkah
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)


  • 2

PROMO UMROH SEJARAH NABI

Program Umroh Sejarah Nabi
Adalah Kerjasama PT SAIBAH dengan Akademi Siroh

Narasumber Akademi Siroh :
1. Ust. Budi Ashari, Lc ( Host Khalifah Trans 7 )
2. Ust. Asep Sobari, Lc
3. Ust. Rofiq Hidayah, Lc
4. Ust. Iwan Setiawan, Lc
5. Ust. Herfy G. Faizi, Lc
6. Ust. Muttahiddin

Mengungkap sejarah yang jarang terkisahkan dari tempat bersejarah di Kota Makkah dan Madinah

promo umroh

1. Mina :
Rasulullah dan para sahabatnya, tidak main-main dalam menyiapkan kota Madinah sebagai lokasi hijrah. Mina, yang hari ini menjadi bagian dari rukun haji bagi setiap jamaah haji, adalah tempat yang dipilih sebagai lokasi merencanakan hijrah tersebut. Mengapa Mina yang dipilih ? Seperti apa situasi Mina pada saat nabi dan para sahabatnya merencanakan hijrah ? Inilah yang akan kita ketahui saat umroh bersama kami…

promo umroh sejarah

2. Pasar Yahudi :
Jika kita mengunjungi kota Madinah saat ini, terutama di sekitar Masjid Nabawi, kita hanya melihat hotel dan bangunan perkantoran berbaris rapi menghias keramahan kota nabi ini. Namun pernahkah kita berpikir, bahwa dahulu ekonomi kota Madinah di zaman nabi, di topang oleh dua pasar ? Ya pasar kaum yahudi yang telah lama berdiri dan pasar muslimin yang didirikan kaum muslimin saat hijrah.
Lalu dimanakah lokasi pasar tersebut hari ini ? Tak hanya itu, dalam program umroh kali ini, para pembimbing akan menyampaikan sejarah tentang cara nabi menguasai perekonomian di Madinah, mengalahkan kehebatan pasar yahudi yang akhirnya tutup seiring diusirnya orang-orang yahudi dari Madinah tahun 7 H

umroh sejarah bersama ust budi ashari dan saibah

3. Uhud :
Peperangan ini adalah merupakan misi balas dendam kaum kafir Quraisy atas kekalahan mereka di perang Badr. Sekitar 10.000 prajurit mereka kirim untuk menghadapi pasukan muslimin yang hanya berkekuatan 3.000 orang. Semula angin kemenangan berpihak kembali kepada kaum muslimin. Namun disaat kemenangan didepan mata, Allah memberikan pelajaran kepada kaum muslimin. Penyebab yang terlihat kasat mata adalah ketidaktaatan sebagian besar pasukan panah yang berjumlah 50 orang atas perintah nabinya. Namun apa penyebab utama dari kejadian ini ? Mengapa Allah sampai menimpakan kekalahan kepada kaum muslimin, padahal di tengah-tengah pasukan ada sosok nabi Nya yang ma’shum yang menjadi jaminan bahwa pasukan ini dipenuhi oleh pasukan orang-orang beriman ?

Misteri ini akan terkuak dalam program umroh kali ini insya Allah…

Keterangan Lebih lanjut Hubungi
PT. SAIBAH MULIA MANDIRI
Jalan Hasanudin 243 B
Telp/Fax 024-3521821, 3548963,
70123830 , 0812 2544 2388
SEMARANG-INDONESIA
www.saibah.co.id

 


  • 0

  • 0

Jamaah Biro Umroh Saibah Semarang pemberangkatan 3 Januari 2015

Category : Info Umroh 2015

Setelah Keberangkatan Umroh di tgl 7,21 dan 26 Desember 2014 kemarin, Tahun 2015 ini dimulai tgl 3 Januari ini Jamaah Saibah berangkat menuju Baitullah.

Labbaik Allahumma Labbaik….
Bismillahi Tawakkaltu ‘alaLLAH…
La haula wa laa quwwata illa billah…
Selamat Jalan Jamaah Umroh SAIBAH…
Semoga selamat sampai tujuan. Semoga meraih Umroh yang MAQBUL DAN MABRUR….
AAMIIN


  • 0

Thawaf Sunah

Dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas Riwayat Imam Al Baihaqi disebutkan bahwa 120 rahmat diturunkan Allah SWT setiap hari di Baitullah. Empat puluh rahmat di antaranya diberikan bagi mereka yang mengerjakan tawaf.

Pada musim haji atau umroh seperti saat ini, Anda tidak akan pernah melihat Masjidil Haram sepi dari orang yang berputar mengelilingi Ka’bah sambil bertawaf. Ada di antara mereka yang mengerjakan umrah dan tidak sedikit dari mereka yang melakukan tawaf sunah.

Hal ini bisa dibedakan dari pakaian yang mereka kenakan. Adapun yang sedang mengerjakan umrah maka pakaian mereka adalah pakaian ihram. Sedangkan, yang melakukan tawaf sunah, mengenakan pakaian biasa seperti yang dipakai orang kebanyakan.

Ragam tawaf yang boleh dilakukan oleh jamaah haji selain tawaf sunah adalah tawaf qudum (dilakukan oleh jamaah haji ifrad yang tidak mengerjakan umrah sebelum haji).

Kemudian, tawaf ifadah (rukun haji yang dilaksanakan usai jumrah aqabah dan tahalul), tawaf wada (wajib haji sebagai penutup rangkaian ibadah haji), serta tawaf umrah (tawaf yang dilakukan oleh haji tamattu dalam rangkaian umrah sebelum haji).

Dengan begitu, ada lima tawaf yang boleh dilakukan di Baitullah. Namun, semua tawaf selain tawaf sunah ada saat dan waktu yang telah ditentukan dan semuanya tidak bisa dilakukan berulang kali. Berbeda dengan tawaf sunah, ia boleh dilakukan kapan saja dan bisa dikerjakan berulang kali.

Hal ini seperti yang disampaikan dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Perbanyaklah melakukan tawaf di Baitullah semampu kalian sebelum kalian terhalang untuk melakukannya.” (Akhbar Mekkah, Fathul Bari, Musannaf Abdurrazaq).

Maka, berdasarkan hadis di atas, diperkenankan bagi setiap jamaah haji untuk memperbanyak melakukan tawaf sunah di Baitullah. Ibadah tawaf sunah ini dapat dikerjakan pada siang ataupun malam, pagi maupun sore.

Tidak ada waktu haram untuk melakukan tawaf sunah. Hanya, bila shalat fardhu dilaksanakan, tawaf sunah dihentikan sesaat, lalu kemudian dilanjutkan kembali.

Tawaf sunah pun adalah sebuah tahiyyat (penghormatan) kepada Baitullah. Sangat dianjurkan bagi setiap jamaah haji begitu masuk Masjidil Haram untuk mengerjakan tawaf sunah selagi sempat.

Inilah satu-satunya masjid di dunia yang tahiyatnya dengan tawaf bukannya shalat dua rakaat tahiyyatul masjid. Namun, bila waktu dan kondisi tidak memungkinkan untuk tawaf sunah, jamaah haji diperkenankan menggantinya dengan shalat sunnah tahiyyatul masjid.

Adapun tata cara tawaf sunah adalah sama dengan tawaf lainnya. Dimulai dengan cara istilam ke arah Hajar Aswad, lalu melanjutkan perjalanan berputar ke arah kiri dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Usai itu, kemudian shalat sunah tawaf di belakang Maqam Ibrahim.

Demikianlah tuntunan amalan tawaf sunah yang perlu diperbanyak untuk dilakukan oleh para jamaah haji. Adapun mengulangi dan memperbanyak umrah sunah saat melakukan haji tidak kami dapati hadis dan riwayat yang menyatakan hal ini. Wallahu a’lam.

Saibah Biro Umroh Semarang