Video Manasik Umroh Januari 2015 Saibah

  • 0

  • 0

Umroh Hemat Saibah (Silk Air)

Promo Umroh Hemat Saibah (by Silk Air). informasi lengkap hub 024 3548963, 3521821, sms/Whatsapp 0812 2544 2388. | saibah.co.id

Apa yang anda dapatkan ?

  1. Tiket Pesawat Silk Air Singapore pulang pergi (Semarang – Singapore – Jeddah ) Kelas Ekonomi
  2. Pengurusan Visa Umroh
  3. Bimbingan/Manasik Umroh 3x
  4. Transportasi dengan bis Full AC
  5. Akomodasi sesuai paket termasuk Hotel (Hotel dekat dengan Masjidil Haram, sekelas Tower Jiwar atau Royal Dar Aiman di Makkah dan Mubarok atau Dyar International di Madinah) yang telah ditentukan dan makan 3 X sehari dengan Menu Indonesia
  6. Muthowiff/Guide berpengalaman
  7. Air Zam-zam 5 liter
  8. Ziarah kota Mekah ke museum (dg catatan ijin dari muasasah sudah disetujui)
  9. Perlengkapan Ibadah Umroh atau Haji
  • Travelling bag/ Tas Bepergian
  • Ihram (Pria)/ Mukena (Wanita)
  • Tas Tenteng
  • Tas Dokumen
  • Tas Sandal
  • Bargo bagi Wanita
  • Buku Doa
  • Bahan Seragam Saibah
Biaya belum termasuk :
  1. Pengurusan Paspor
  2. Airport tax dan handling sebesar Rp. 950.000
  3. Suntik Meningitis Rp. 305.000
  4. Biaya pengeluaran Pribadi (Telepon, laundry, kelebihan bagasi, tip dan lainnya)
  5. Biaya kursi roda ketika tawwaf dan sa’i bagi yang tidak mampu
  6. Pengurusan surat mahrom Rp. 350.000 bagi wanita yang berumur kurang dari 45 tahun yang tidak didampingi muhrimnya.
Pembatalan 
  1. 7 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 75%
  2. 15 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 50%
  3. 30 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 25%

Jadwal Perjalanan (Jadwal Bisa berubah Tergantung kondisi)

Hari 01
SEMARANG – SINGAPORE – JEDDAH – MADINAH :
Berangkat dari semarang menuju Bandara Changi. Dari bandara Changi menuju Jeddah. Tiba di Jeddah berangkat menuju Madinah dengan bus AC.

Hari 02
MADINAH : Ziarah Makam Rasulullah dan pemakaman baqi (Makam Sahabat dan Keluarga Rasulullah).

Hari 03
MADINAH : Ziarah Masjid Quba (Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah), Jabal Uhud (Lokasi Perang Uhud), Masjid Qiblatin (Masjid dengan 2 Kiblat), dan Kebun Qurma.

Hari 04
MADINAH – MEKKAH : Acara bebas. Bersuci diri dan ber-ihram, menuju Mekkah – Thawaf dan Sa’i.

Hari 05
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 06
MEKKAH : Ziarah Jabal Tsur (tempat persembunyian Rasulullah), Arafah (tempat Wuquf Haji), Jabal Rahmah (tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa), Muzdalifa,Mina (tempat lontar jumroh), Jabal Nur (ada goa Hira’ tempat turunnya wahyu pertama bagi Rasulullah), Masjid Ji’ronah (Batas Miqot Umroh Sunnah), Masjid Kucing (Masjid Abu Hurairah), Masjid Jin, Pemakaman Ma’la (ada makam Sayyidina Siti Khadijah).

Hari 07
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 08
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 09
MEKKAH – JEDDAH : Setelah Thawaf Wada’ menuju Jeddah, wisata kota Jeddah, Laut Merah, (Laut yang terbelah pada zaman Nabi Musa), dan belanja di Cornie Commercial Centre (BALAD), meninggalkan Jeddah menuju Changi Singapura.

Hari 10

SINGAPURA – SEMARANG : Insya Allah tiba di Singapura kemudian kembali ke Semarang.


  • 0

Thawaf Sunah

Dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas Riwayat Imam Al Baihaqi disebutkan bahwa 120 rahmat diturunkan Allah SWT setiap hari di Baitullah. Empat puluh rahmat di antaranya diberikan bagi mereka yang mengerjakan tawaf.

Pada musim haji atau umroh seperti saat ini, Anda tidak akan pernah melihat Masjidil Haram sepi dari orang yang berputar mengelilingi Ka’bah sambil bertawaf. Ada di antara mereka yang mengerjakan umrah dan tidak sedikit dari mereka yang melakukan tawaf sunah.

Hal ini bisa dibedakan dari pakaian yang mereka kenakan. Adapun yang sedang mengerjakan umrah maka pakaian mereka adalah pakaian ihram. Sedangkan, yang melakukan tawaf sunah, mengenakan pakaian biasa seperti yang dipakai orang kebanyakan.

Ragam tawaf yang boleh dilakukan oleh jamaah haji selain tawaf sunah adalah tawaf qudum (dilakukan oleh jamaah haji ifrad yang tidak mengerjakan umrah sebelum haji).

Kemudian, tawaf ifadah (rukun haji yang dilaksanakan usai jumrah aqabah dan tahalul), tawaf wada (wajib haji sebagai penutup rangkaian ibadah haji), serta tawaf umrah (tawaf yang dilakukan oleh haji tamattu dalam rangkaian umrah sebelum haji).

Dengan begitu, ada lima tawaf yang boleh dilakukan di Baitullah. Namun, semua tawaf selain tawaf sunah ada saat dan waktu yang telah ditentukan dan semuanya tidak bisa dilakukan berulang kali. Berbeda dengan tawaf sunah, ia boleh dilakukan kapan saja dan bisa dikerjakan berulang kali.

Hal ini seperti yang disampaikan dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Perbanyaklah melakukan tawaf di Baitullah semampu kalian sebelum kalian terhalang untuk melakukannya.” (Akhbar Mekkah, Fathul Bari, Musannaf Abdurrazaq).

Maka, berdasarkan hadis di atas, diperkenankan bagi setiap jamaah haji untuk memperbanyak melakukan tawaf sunah di Baitullah. Ibadah tawaf sunah ini dapat dikerjakan pada siang ataupun malam, pagi maupun sore.

Tidak ada waktu haram untuk melakukan tawaf sunah. Hanya, bila shalat fardhu dilaksanakan, tawaf sunah dihentikan sesaat, lalu kemudian dilanjutkan kembali.

Tawaf sunah pun adalah sebuah tahiyyat (penghormatan) kepada Baitullah. Sangat dianjurkan bagi setiap jamaah haji begitu masuk Masjidil Haram untuk mengerjakan tawaf sunah selagi sempat.

Inilah satu-satunya masjid di dunia yang tahiyatnya dengan tawaf bukannya shalat dua rakaat tahiyyatul masjid. Namun, bila waktu dan kondisi tidak memungkinkan untuk tawaf sunah, jamaah haji diperkenankan menggantinya dengan shalat sunnah tahiyyatul masjid.

Adapun tata cara tawaf sunah adalah sama dengan tawaf lainnya. Dimulai dengan cara istilam ke arah Hajar Aswad, lalu melanjutkan perjalanan berputar ke arah kiri dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Usai itu, kemudian shalat sunah tawaf di belakang Maqam Ibrahim.

Demikianlah tuntunan amalan tawaf sunah yang perlu diperbanyak untuk dilakukan oleh para jamaah haji. Adapun mengulangi dan memperbanyak umrah sunah saat melakukan haji tidak kami dapati hadis dan riwayat yang menyatakan hal ini. Wallahu a’lam.

Saibah Biro Umroh Semarang


  • 0

Jamaah Biro Umroh Saibah Semarang pemberangkatan 7 Desember 2014

Labbaik Allahumma Labbaik….
Bismillahi Tawakkaltu ‘alaLLAH…
La haula wa laa quwwata illa billah…
Selamat Jalan Jamaah Umroh SAIBAH…
Semoga selamat sampai tujuan. Semoga meraih Umroh yang MAQBUL DAN MABRUR….
AAMIIN


  • 0

Bagaimana Rasulullah menyambut Idul Fitri

Perayaan Idul Fitri memiliki akar sejarah yang kuat dalam peradaban Islam. Tradisi penyambutan hari raya tersebut berkorelasi langsung ataupun tidak langsung dengan sunah yang pernah digariskan oleh Rasulullah SAW.

Rahla Khan dalam How Did the Prophet & His Companions Celebrate Eid? mengungkapkan, perayaan Idul Fitri pertama kali dilangsungkan usai Perang Badar pada tahun kedua Hijriah (624 M). Pada masa Rasul dan generasi sahabat, malam terakhir Ramadhan dihidupkan dengan takbir hingga pagi hari 1 Syawal.

Pada hari itu, Rasul menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki. Pemilihanl rute jalan yang berbeda saat hendak dan setelah shalat Idul Fitri juga digunakan sebagai bagian bertatap muka  dengan masyarakat.

Rasulullah juga mendatangi tempat keramaian saat Idul Fitri. Suatu saat ketika Idul Fitri, sekelompok orang Afrika pernah menggelar pertunjukan tombak dan tameng. Aisyah meminta izin kepada Rasul untuk menonton aksi tersebut. Rasulullah pergi ke sana bersama Aisyah.

Para budak juga dibiarkan memaikan alat perkusi sebagai ekspresi kebahagiaan. Meski demikian, Rasul melarang tradisi buruk jahiliyah selama perayaan hari raya, seperti berpesta pora dan mengonsumsi minuman keras.

Emine Gumuus Boke dalam artikelnya Prophet Muhammad and the Celebration of ‘Eid menulis Rasulullah mengajak semua Muslim untuk shalat Id dan mendengarkan nasihat dari khotbah. Rasul juga mengajak Muslim berbahagia pada hari ini dan saling mendoakan.

Meski sehari-hari sering bersama para sahabat, ketika Idul Fitri, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabat. Rasul juga tetap menerima kunjungan dengan jamuan yang baik pada para tamu yang hadir. Tradisi yang sama dipertahankan oleh para khalifah, pengganti Rasulullah.

Era dinasti

Berbagai aktivitas menyambut Idul Fitri, seperti pengumpulan zakat fitrah, shalat Id, takbir, serta silaturahim dan saling berbagi makanan pada Hari Raya Idul Fitri tetap berlanjut pada masa dinasti-dinasti Islam. Bahkan, para sultan menggelar jamuan khusus bagi para menteri dan tetamu utusan yang datang.

Robin S Doak dalam Life During the Islamic Empire menjelaskan, pada masa Dinasti Abbasiyah (750-1258 M), jalan-jalan di Baghdad diramaikan dengan aksi panggung para musikus andal dan pembacaan syair atau puisi saat Idul Fitri. Istana juga menggelar perjamuan makan selama tiga hari dengan porsi yang banyak.


Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016