Promo Umroh Hemat untuk pendaftaran Sept & Okt 2014

  • 0

Promo Umroh Hemat untuk pendaftaran Sept & Okt 2014

Slide Biro Umroh Semarang 2

Dapatkan Diskon 50$ bagi yang mendaftar di bulan september dan 25$ bagi yang mendaftar di bulan Oktober Untuk keberangkatan kapan saja (sesuai jadwal)


  • 0

Burung di sekitar Istana Raja Namrud

Melihat burung yg terbang di atas Kakbah, mengingatkan kisah “Burung Di Istana Namrud”. Konon ketika Ibrahim dibakar Raja Namrud, banyak burung yg bertengger di atas istana Namrud. Ada burung besar dan burung kecil. Mereka semua bersedih. Dan ketika api mulai membakar Ibrahim, tiba2 seekor burung yg paling kecil terbang menuju sungai di dekat istana. Dengan paruhnya yg kecil ia ambil setetes air dan dibawa terbang utk disiramkan di atas api yg membakar Ibrahim. Ia melakukannya berkali2 hingga lelah dan kembali bertengger di atas istana. Burung yg besar berkata : “Utk apa kau melakukan perbuatan yg sia2 spt itu?”. Sambil terengah, burung kecil itu menjawab : “Agar kelak jika Allah bertanya padaku “Apa yg telah engkau lakukan utk menyelamatkan Kekasihku?”, maka aku bisa menjawabnya dengan tenang..” Subhanallah. Siapkah kita berperan lebih? Dan bukan hanya jadi penonton dan komentator? Insya Allah.

¤Hakekat Umroh bersama Saibah¤

Oleh Edy Darmoyo


  • 0

Kakbah Menjawab Sujudku

Saat memandang Kakbah, kita disunnahkan baca doa :

“Allahumma zid hadzaal baita tasriifaan wa ta’dhiimaan wa takriimaan wa mahaabatan…”

yang artinya : “Ya Allah tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Kakbah ini..”

Dan kita bisa menitikkan air mata saat memandangnya. Namun benarkah kita akan selalu menjaga kemuliaan itu? Menjaga keagungan itu? Menjaga kehormatan itu? Menjaga wibawa itu? Berapa banyak kita justru mengabaikan panggilan azan. Menelantarkan masjid dan mushola di dekat rumah kita. Tidak tergerak utk ikut memakmurkan rumah2 Allah di dekat diri kita? Membiarkan anak2 kita bermain hingga melambatkan shalatnya? Masya Allah. Ya, Allah, dalam sujud syahdu di KakbahMu, Engkau menampar jiwaku dan menyadarkanku, betapa selama ini aku sering mengabaikanMu dan menelantarkan rumah2Mu di negeriku.

¤Hakekat Umroh bersama Saibah¤

Oleh Edy Darmoyo


  • 0

Mencari Menu Masakan Indonesia “Kampong Jawa” di Arab Saudi

JIKA Anda pergi haji atau umroh jangan takut tidak menemukan makanan Indonesia di Jeddah, Makkah maupun di Madinah. Saat ini restoran Indonesia maupun perusahaan catering yang menyajikan cita rasa Indonesia sudah menjamur di berbagai kota yang dilewati para jamaah haji atau umroh.

Saat Anda menginjakkan kaki pertama kali di bandara misalnya, Anda pasti merasakan hidangan nasi kotak dengan menu ayam bakar atau empal daging yang rasanya tidak kalah dengan restoran di Indonesia karena memang juru masaknya dari Indonesia. Para operator haji atau umroh biasanya telah memesan nasi kotak sebagai ‘welcoming greeting’ kepada jamaahnya dari berbagai restoran Indonesia seperti “Betawi Restoran”, “Mr. Sate”, “Sattis” dll.

Saat berada di Makkah pun berbagai perusahaan catering yang menyajikan masakan Indonesia sangat bersaing, mereka menawarkan open buffet ke berbagai hotel dari mulai kelas melati sampai kelas bintang 5.

Sebut saja “Asia Catering”, “Betawi Catering”, “Binjawi”, “Damanhuri”, “Asia Tenggara”, “Dapur Kita”, “Cita Rasa” dll.

Menu yang ditawarkan sangat vareatif sesuai dengan paket yang dipilih. Berbicara rasa, jangan khawatir. Pasti sangat pas bagi lidah orang Indonesia. Bahkan banyak warga asing termasuk warga Arab Saudi menyukai masakan Indonesia. Hal ini terbukti dengan ramainya restoran Indonesia dengan para pengunjung warga arab Saudi.

Oceng Shihabuddin, seorang supervisor restoran Betawi mengaku, rata-rata warga Arab Saudi yang berkunjung ke restorannya memesan nasi campur dan gado-gado.

“Selain cara penyajiannya yang cepat, mereka suka dengan makanan yang padat dan banyak,” ujarnya.

Maka tidak aneh jika semua restoran Indonesia di Jeddah, Makkah dan Madinah menyediakan menu nasi campur.

Di Madinah, bahkan ada beberapa restoran kelas menengah ke bawah dekat dengan Masjid Ghumamah, sebelah Utara Baqi. Di sini, sedikitnya ada 4 restoran Indonesia. Selain restoran musiman yang biasanya menjamur pada musim haji dan umroh.

Hal yang sama juga kita dapatkan di Jeddah. Di Balad misalnya sebagai tempat favorit yang biasanya dikunjungi oleh para jamaah haji dan umroh saat ini sudah ada 3 restoran Indonesia. Ada “Warung Bakso Mang Oedin”, “Rosella” dan “Restoran Garuda”. Para jamaah dapat menikmati masakan Indonesia usai berbelanja di kawasan Balad (semacam Blok-M nya Jeddah). Harga yang ditawarkan relative terjangkau dengan kocek orang Indonesia.

Bahkan jika Anda ingin sedikit ke luar Balad, di Distrik Syarafiah misalnya, tepatnya di mana paling diminati oleh para Mukimin Indonesia, dalam radius sekitar 1 KM Anda dapat menemukan sedikitnya 8 restoran Indonesia dari mulai kelas warteg hingga kelas atas.

Di tempat yang sering disebut “Kampong Jawa” Anda dapat menemukan berbagai menu masakan dan minuman khas Indonesia dari mulai semur jengkol, gado-gado, kredok, pecel lele hingga es cendol.

Di daerah ini ada restoran Betawi yang biasanya digunakan oleh para jamaah haji atau umroh untuk transit sebelum check in di hotel atau sebelum ke bandara mengingat harganya jauh lebih murah ketimbang harga makanan di hotel.

Di restoran berluas 400 m yang dapat menampung sekitar 150 jamaah ini, biasanya para pengurus sekaligus mengadakan perpisahan dengan para jamaahnya setelah program umroh berakhir. Bukan saja jamaah haji Indonesia tapi juga jamaah dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam sering didapati mengunjungi restoran ini.

Menjamurnya restoran Indonesia di Jeddah tidak lepas dari hukum ekonomi demand and supply, maklum selain jumlah WNI yang banyak di Jeddah hal ini juga didukung oleh banyaknya warga Arab Saudi yang melancong ke Indonesia.

Mereka yang sudah merasakan taste masakan Indonesia selama di Indonesia. Nah, sekembalinya ke Arab Saudi, rupanya mereka berusaha mencari cita rasa yang sama. Kesempatan ini digunakan oleh pelaku bisnis restoran untuk mendirikan restoran Indonesia.

Tentunya masih banyak restoran Indonesia lain di Jeddah dan sekitarnya yang belum disebutkan di sini, untuk itu jangan kawatir tidak menemukan taste Indonesia selama anda melaksanakan haji atau umroh.

Tapi hati-hati, ada juga restoran yang berlabel Indonesia tapi cita rasanya jauh dari cita rasa Indonesia, maklum karena juru masaknya biasanya diambil dari warga Bangladesh.


  • 0

Perlengkapan/Peralatan Umroh Yang Harus Dibawa

Barang2 apa yang sebaiknya dibawa untuk Perlengkapan umroh ?

Yang harus dibawa jamaah umroh sangatlah beragam, bergantung pada masing – masing individu jamaah. Namun pada dasarnya terdapat beberapa perlengkapan yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah umroh sebelum hari keberangkatan nya ke tanah suci. Perlengkapan umroh sejauh ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu perlengkapan yang disediakan oleh biro travel penyelenggara umroh, dan perlengkapan yang harus dipersiapkan sendiri oleh calon masing-masing jamaah, bergantung kebutuhan.

Setiap perlengkapan umroh tersebut amat berguna bagi jamaah umroh, semata – mata hanya sebagai penunjang kekhusyu’an ibadah, apalagi yang baru pertama kali melaksanakan ibadah umroh, mungkin akan sedikit bertanya – tanya perlengkapan apa saja yang harus dibawa sebagai persiapan selama di tanah suci.  Walaupun di sekitar masjidil haram dan masjid nabawi banyak terdapat pertokoan dan mall yang mungkin sebagian besar pegawainya telah menguasai percakapan dagang dengan berbahasa Indonesia, namun tetap kami sarankan untuk tetap membawa perlengkapan umroh agar tidak mengalami kesulitan  atau tidak harus beli selama di tanah suci guna meminilaisir biaya umroh.

A. Disediakan oleh biro Travel Umroh

Setiap biro travel  penyelenggara umroh memiliki kebijakan tersendiri dalam penentuan perlengkapan umroh yang akan diberikan kepada jamaah masing – masing, namun pada umumnya adalah sebagai berikut :

  1. Tas trolley dengan ukuran diameter 20-24 inch,
  2. Tas paspor yang memiliki ukuran lebih kecil, dan dapat dipergunakan sebagai tas sandal,
  3. Kain ihram berupa dua lembar kain putih berbahan seperti handuk yang mampu menyerap keringat, nyaman dan hangat dipakai ketika musim dingin, beserta perlengkapannya (laki-laki) dan mukena, bergo (wanita)
  4. Kain sebagai bahan baju seragam biro penyelenggara umroh, yang dapat dijahit dengan model menurut keinginan masing – masing,
  5. Buku doa,
  6. Name tag atau ID Card sebagai kartu identitas.
  7. Satu unit kotak P3K untuk setiap rombongan

 Perlengkapan umroh Perlengkapan Umroh yang harus disediakan sendiri:

Jamaah Laki – laki

  1. 1 (satu) lembar Kain ihram ( sebagai cadangan apabila diperlukan),
  2. 3 (tiga) potong Baju koko,
  3. 2 (dua) potong Celana panjang,
  4. 2 (dua) buah peci ,
  5. 2 (dua) potong Kain sarung ,
  6. 2 (dua) buah kaos kaki,
  7. 3 (tiga) Kaos oblong atau baju lengan panjang,
  8. 1 (buah) potong Jaket atau baju hangat,
  9. 2 (dua) pasang Sandal jepit ,
  10. 1 (satu) lembar handuk mandi
  11. 1 (satu) set Perlengkapan mandi,
  12. 1 (satu) gunting kecil (simpan dalam tas trolley, dan masukkan dalam bagasi pesawat/jangan dibawa di dalam kabin),
  13. 1 (set) Kacamata, pelembab (apabila diperlukan),
  14. Beberapa potong pakaian dalam
  15. Obat-obatan (sesuai kebutuhan),
  16. Uang saku secukupnya, atau dapat memanfaatkan ATM selama di Tanah Suci.

Jamaah wanita

  1. 2 (dua) mukena,
  2. 3 (tiga) potong busana muslimah,
  3. 3 (tiga) rok panjang,
  4. 3 (tiga) buah jilbab,
  5. 2 (dua) buah kaos kaki,
  6. 3 (tiga) baju lengan panjang,
  7. 1 (buah) potong Jaket atau baju hangat,
  8. 2 (dua) pasang Sandal jepit ,
  9. 1 (satu) lembar handuk mandi dan 1 (satu) lembar handuk kecil
  10. 1 (satu) set Perlengkapan mandi,
  11. 1 (satu) gunting kecil (simpan dalam tas trolley, dan masukkan dalam bagasi pesawat/jangan dibawa di dalam kabin),
  12. 1 (set) Kacamata, lipgloss dan pelembab (apabila diperlukan),
  13. Beberapa potong pakaian dalam
  14. Obat-obatan (sesuai kebutuhan),
  15. Uang saku secukupnya, atau pun kartu ATM.

Pada prinsipnya perlengkapan umroh yang tercantum diatas mampu mengakomodir kebutuhan jamaah selama di tanah suci, khusus nya bagi mereka yang mengambil paket umroh murah yang umumnya hanya 9 hingga 15 hari.

Namun yang perlu diingat adalah perlengkapan umroh hanyalah sebatas pendukung dalam kekhusyu’an jamaah dalam beribadah umroh. Hal yang jauh lebih penting  yang harus dipersiapkan adalah kesiapan niat, fisik, mental dan kesehatan. Mengingat hampir 70 % ibadah umroh adalah ibadah yang membutuhkan stamina dan kesehatan prima. Sehingga jangan sampai karena mempersiapakan keperluan perlengkapan umroh, justru kelelahan atau melalaikan persiapan yang lebih penting tersebut.

Mudah – mudahan uraikan singkat mengenai perlengkapan umroh yang harus dibawa oleh calon jamaah umroh dapat bermanfaat khususnya bagi mereka yang ber Ibadah Umroh untuk Pertama Kali, Jangan ragu untuk menghubungi Saibah


  • 0

Umroh dan Tujuh Indikator Kebahagiaan

Sumber : Kompasiana.com

Kebahagiaan adalah idaman setiap orang, bahkan menjadi simbol keberhasilan sebuah kehidupan. Semua orang tentu ingin bahagia. Namun hanya sedikit orang yang mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Tidak sedikit manusia yang mengorbankan segala-galanya untuk meraihnya, menggantungkan cita-cita setinggi langit dengan puncak tujuan tersebut, yaitu bagaimana meraih kebahagiaan hidup.

 

Menyadari hal ini, Ibnu Abbas ra. memberikan rambu-rambu tentang hakikat kebahagiaan. Ibnu Abbas ra. adalah sahabat senior yang selalu menyertai baginda Rasulullah saw. Di kalangan para mufassir, beliaulah mufassir terunggul di antara yang lain. Pada umur sembilan tahun saja, Ibnu Abbas kecil telah hafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid. Sampai Nabi pun pernah berdo’a khusus untuk beliau, “Ya Allah, berilah kepadanya pemahaman tentang agama dan ajarilah dia tentang takwil (tafsir yang mendalam).”

Menurut Ibnu Abbas ra., ada tujuh indikator yang menjadi tolok ukur bahwa seseorang telah mencapai kebahagiaan hakiki. Ketujuh indikator tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Qalbun Syakurun (hati yang selalu bersyukur)

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress. Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Bila sedang dalam kesulitan, maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW, “Kalau kita sedang sulit, perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua, Azwajun Shalihah (pasangan hidup yang sholeh)

Pasangan hidup yang sholeh/sholihah akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat, kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehan, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholehah.

Ketiga, Auladun Abrar (anak yang soleh)

Saat Rasulullah SAW sedang thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf, Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya.” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk ke dalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti. Tapi, anakku, ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, Bi’ah Shalihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita)

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, Malun Halal (harta yang halal)

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.

Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafaqquh fid Din (semangat untuk memahami agama)

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.

Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng-“hidup”-kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, ‘Umrun Mubarokun (umur yang barokah)

Umur yang barokah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Di samping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang barokah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai tujuh indikator kebahagiaan. Yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ketujuh indikator tersebut? Salah satunya adalah dengan melaksanakan ibadah umroh. Umroh adalah perjalanan ibadah ke Baitullah dengan melaksanakan ihram, thawaf, sa’i dan tahallul. Banyak sekali keutamaan yang didapatkan dari melaksanakan ibadah umroh. Yang paling utama dari sekian banyak keutamaan ibadah umroh adalah bahwa dengan melaksanakan ibadah umroh kita benar-benar berusaha secara optimal agar Allah berkenan mengkaruniakan ketujuh indikator kebahagiaan sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Abbas di atas.

Dengan umroh, kita membuktikan diri di hadapan Allah bahwa kita sudah membelanjakan sebagian harta kita dijalan-Nya, sebagaimana yang Allah perintahkan. Dengan umroh, kita berusaha menjadikan umur kita barokah (indikator ketujuh) dengan memperbanyak amal ibadah. Dengan umroh, kita berusaha untuk lebih dalam lagi memahami agama kita (indikator keenam) dengan mempelajari tata cara umroh dan hikmah-hikmahnya. Dengan umroh, kita berusaha memastikan bahwa harta yang kita miliki adalah harta yang halal (indikator kelima), yang pantas untuk sowan ke rumah-Nya. Dengan umroh, kita berusaha mendapatkan lingkungan yang baik (indikator keempat) yang kondusif untuk menjaga keimanan kita dengan bergaul bersama orang-orang sholeh, yaitu rekan-rekan jamaah umroh kita.

Dengan umroh pula, kita berkesempatan untuk berdoa di tempat yang mustajabah (yang dikabulkan) agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah (indikator ketiga), istri/suami kita tetap sebagai suami/istri yang sholeh/sholehah (indikator kedua), dan agar Allah memberikan kita hati yang senantiasa bersyukur (indikator pertama) atas semua yang telah Allah karuniakan kepada kita, keluarga kita dan orang-orang yang selalu di hati kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.


  • 0

Jadwal Keberangkatan Umroh 2013-2014

jadwal umroh saibah 2014
Segera Hubungi Kami untuk diskon Spesial 2014 Harga Mulai USD $2140

Biro Umroh dan Haji Saibah, Perjalanan Umroh dan Haji Indonesia. Kontak dan Konsultasi Jl. Hasanudin no. 243 B
Semarang 50171, Indonesia
Telp : (024) 70123830, 081225442388
Telp/Fax (024)3521821,
E mail : Saibah_muliamandiri@yahoo.com
saibahsmg@gmail.com

Insya Allah berangkat 4x dalam sebulan di tahun 2014.

Hubungi Kami untuk pemesanan tempat.Selain Kantor di Semarang, kami juga membuka cabang di Wonosobo dan Pati agar memudahkan calon Jamaah. Atau silahkan hubungi Ustadz Bambang Riyanto 081225250002 atau PIN BB 26BDDD7D.


  • 0

Tips atau Cara Menyiapkan Dana Ibadah Haji Atau Umroh

Berhaji adalah kewajiban bagi umat muslim yang mampu. Mampu secara fisik, baik secara keuangan. Komponen utama dana haji adalah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), yaitu dana yang harus dibayarkan oleh calon jemaah untuk menunaikan ibadah haji. Tahun 2013 pemerintah menetapkan BPIH sebesar Rp34.283.148, sedangkan 13 tahun yang lalu, BPIH adalah sebesar Rp22.000.000. Ini berarti BPIH mengalami kenaikan sekitar 3,5 persen per tahun.

Berikut beberapa kiat menyiapkan dana haji:

Menabung dan Berinvestasi
Pertama-tama Anda harus menentukan berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dana haji tersebut. Jangka waktu ini bisa bervariasi dari satu tahun hingga lima belas tahun, tergantung kondisi dan kesiapan Anda. Dengan mengasumsikan kenaikan atau  inflasi per tahun biaya naik haji adalah 5 persen, maka berikut ini adalah perhitungannya:

tabungan rencana haji

Untuk mengejar dana haji, Anda dapat menabung atau berinvestasi.  Misalnya, jika ingin mengumpulkan dana haji selama lima tahun,  berarti Anda dapat menabung  sebesar Rp729.249  per bulan atau berinvestasi  di reksadana pendapatan tetap sebesar Rp595.493  per bulan,  sehingga dana  yang perlu disisihkan lebih sedikit dibandingkan dengan menabung.  Berdasarkan tabel  di atas, semakin panjang jangka waktu pencapaian,  semakin kecil investasi per bulan yang perlu dilakukan, walaupun jadinya semakin lama Anda harus bersabar untuk berangkat  haji.

Emas
Selain menabung atau berinvestasi di reksadana, Anda juga dapat menabung dalam bentuk emas. Dengan kenaikan harga emas sebesar rata-rata 8,8 persen per tahun selama lima tahun terakhir, kenaikan dana haji bisa diimbangi oleh kenaikan harga emas. Dengan harga emas saat ini sekitar Rp500.000, maka Anda perlu sekitar 70 gram emas. Kemudian tentukan target berapa lama terkumpulnya 70 gram emas tersebut.

Misalkan Anda mau mengejar dana haji terkumpul setelah lima tahun, berarti Anda memiliki target harus mengumpulkan emas sebanyak 14 gram per tahun (70 gram/5 tahun), per bulan sekitar 1,2 gram atau senilai Rp600 ribu. Untuk menyesuaikan dengan pecahan logam mulia yang diinginkan, dana yang disisihkan per bulan bisa ditabung dulu sampai cukup untuk membeli pecahan logam mulia yang diinginkan, misalnya pecahan 5 gram atau 10 gram. Risiko dari menabung emas adalah  penyimpanannya. Jika tidak hati-hati, emas yang disimpan bisa saja dicuri. Sangat disarankan untuk menyimpan emas di safe deposit box (SDB) di bank.

Dana Talangan Haji
Dana  talangan  haji  adalah dana pinjaman dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk membantu nasabah mendapatkan kursi haji. Dengan dana talangan haji, diharapkan nasabah bisa berangkat lebih cepat, karena telah mendapatkan kursi  haji hasil  pinjaman dari LKS.

Untuk bisa mendaftar kursi haji, Anda perlu menyiapkan dana sebesar Rp25 juta.  Jika saat ini Anda sudah memiliki tabungan sebesar Rp5 juta, LKS bisa memberikan pinjaman Rp20 juta yang dapat dicicil selama  12-36 bulan. Untuk transaksi ini, dikenakan biaya administrasi  yang harus dibayarkan di awal  yang besarnya bisa bervariasi pada masing-masing LKS.

Anda dapat berangkat haji jika telah melunasi dana talangan haji dan melunasi sisa kekurangan biaya pendaftaran  haji,  yang tahun ini sekitar Rp9.283.148  (34.283.148 – 25.000.000). Seperti pinjaman pada umumnya,  program  ini mensyaratkan adanya catatan rekening  bank dan keterangan penghasilan dari nasabahnya. Praktis, program  ini hanya dapat diambil oleh orang-orang  yang memiliki penghasilan, masih bekerja sebagai karyawan atau yang memiliki usaha.

Berapa pun waktu target pencapaian dana haji yang dipersiapkan, dengan niat yang baik dan mulai menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana haji, semoga hal ini telah dicatat sebagai kebaikan dan semakin mempermudah jalan untuk berangkat ke Tanah Suci.

Hal diatas bisa juga di aplikasikan kedalam perencanaan umroh.

Aamiin!

Salam

Saibah Mulia Mandiri

Biro Haji dan Umroh Plus Semarang


  • 0

Jadwal Sementara Keberangkatan Umroh 2014

jadwal sementara keberangkatan umroh 2014 bersama saibah umroh semarang 

Segera Hubungi Kami untuk diskon Spesial 2014 Harga Mulai USD $2140

Biro Umroh dan Haji Saibah, Perjalanan Umroh dan Haji Indonesia. Kontak dan Konsultasi Jl. Hasanudin no. 243 B
Semarang 50171, Indonesia
Telp : (024) 70123830, 081225442388
Telp/Fax (024)3521821,
E mail : Saibah_muliamandiri@yahoo.com
saibahsmg@gmail.com

Insya Allah berangkat 4x dalam sebulan di tahun 2014.

Hubungi Kami untuk pemesanan tempat.Selain Kantor di Semarang, kami juga membuka cabang di Wonosobo dan Pati agar memudahkan calon Jamaah. Atau silahkan hubungi Ustadz Bambang Riyanto 081225250002 atau PIN BB 26BDDD7D.


  • 0

Agar Doa Di-ijabaah

berdoa

Ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah pastilah jamaah akan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Namun, doa-doa apa saja dan dimanakah jamaah  sebaiknya memanjatkan doa kepada-Nya agar kelak dikabulkan. Menurut Ustadz Ainul Yaqin, salah satu keistimewaan melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah diijabah-nya doa-doa selama di Tanah Suci. Doa-doa yang insya Allah dikabulkan  oleh Allah SWT adalah doa untuk diri sendiri, untuk anak,  suami atau istri,  orang tua, sahabat dan untuk sesama Muslim.

“Bahkan, untuk orang yang membenci kita sekalipun,” ujar Ustadz Ainul Yaqin. Doa tersebut, di antaranya agar diampuni segala dosa,  dimudahkan segala urusan dan masalah hidup, dan dikabulkan segala hajat. Jangan lupa pula berdoa rumah tangga sakinah, mawadah warohmah bagai yang sudah berkeluarga. Doa lain yang juga penting, adalah agar dijadikan suami yang saleh, seperti Nabi Ibrahim As, yang memiliki akhlakul karimah dan berwibawa. Doa menjadi istri yang saleha, seperti Siti Hajar dan doa agar anak-anak saleh dan saleha, seperti Nabi Ismail As.

“Doa-doa ini penting, karena perjalanan haji atau umrah adalah napak tilas keluarga sakinah mawadah warohmah,” tambahnya. Doa berikutnya yang tak kalah penting adalah jika wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan masuk surga, seperti Nabi Muhammad SAW. Ada pun tempat-tempat yang mustajab ketika memanjatkan doa adalah searah dengan Hajar Aswad, Multazam, dekat maqam Ibrahim, Hijr Ismail, Rukun Yamani, tempat air zam-zam berada, Bukit Sofa, antara pilar hijau ketika sa’i, dan di Bukit Marwah. “Ini ketika kita berada di Masjidil Haram, Makkah,” ungkapnya. Jika berada di Masjid Nabawi, Madinah, tempat yang mustajab untuk berdoa adalah di Raudhah, dekat rumah, maqam, dan mimbar Nabi Muhammad SAW.

Sementara di Arafah, doa akan diijabah di wilayah Musdalifah dan juga tempat di mana jamaah melakukan lontar jumrah. Mengenai waktu berdoa, Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, yaitu pada saat sepertiga malam akhir sampai subuh, ketika antara adzan dan qomat, saat selesai membaca Alquran atau usai shalat wajib dan sunnah. “Insya Allah, doa kita akan dikabulkan,” papar Ustadz Ainul Yaqin.