7 Keistimewaan Di Bulan Suci Ramadhan

  • 0

7 Keistimewaan Di Bulan Suci Ramadhan

Mengingat tentang keistimewaan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Sebagai umat muslim yang beriman, Tentunya anda tidak mau melewatkan kesempatan untuk mendapatkan kemuliyaan di bulan yang penuh rahmat ini. Dimana pada bulan tersebut, Semua amal sholih yang anda kerjakan akan diganjar dengan pahala yang lebih oleh Allah SWT. Dengan berbagai cara yang anda amalkan, Mulai beriktikaf di Masjid, berbagi takjil untuk berbuka puasa, sholat tarawih serta tadarus al-quran, Ini menjadikan keindahan suasana bulan ramadhan semakin terasa di hati. Dan dari apa yang anda lakukan selama di bulan suci Ramadhan, Tentu anda memiliki kiat untuk menggapai keistimewaan yang terdapat di dalamnya. Sehingga anda tidak mau melewatkan keistimewaan tersebut dengan begitu saja. Lantas apa saja keistimewaan yang ada di bulan suci Ramadhan..?

 

Dari keterangan di atas, Bahwa di bulan suci ramadhan terdapat 7 keistimewaan yang perlu anda ketahui, Berikut penjelasannya :

 

  1. Bulan yang mendidik untuk mencapai ketaqwaan

Perlu diketahui bahwa di bulan suci Ramadhan, Bagi umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa. Dari puasa tersebut, Anda secara tidak langsung belajar untuk menahan lapar, dahaga, amarah dan semua hal yang bisa membatalkan puasa. Sehingga dari situ anda belajar untuk bersabar yang di dasari dengan ketaqwaan. Dan inilah yang menjadikan alasan mengapa puasa selama satu bulan penuh di bulan ramadhan bisa mendidik anda untuk mencapai ketaqwaan. Dan hal demikian juga di landaskan berdasarkan Q.S Al baqarah : 183.

 

  1. Bulan yang berpeluang penuh menuju pintu syurga

Hal demikian sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa ketika telah datang bulan suci Ramadhan, Maka dibukalah pintu – pintu syurga dan ditutup pintu neraka, Kemudian syetan dibelenggu. Hal demikian bisa dijelaskan bahwa peluang atau kesempatan umat islam untuk menuju jalan yang lurus sudah terbuka lebar. Ini artinya di bulan suci Ramadhan, Umat islam memiliki peluang penuh untuk menuju syurganya Allah SWT.

 

  1. Bulan yang terdapat Lailatul Qadar di dalamnya

Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih mulia dari pada seribu bulan. Dan bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang terdapat waktu-waktu Lailatul Qadar tersebut. Dimana banyak ulama’ yang mengatakan, Bahwa di sepuluh malam yang terakhir memiliki salah satu waktu yang terdapat Lailatul Qadar di dalamnya.  Dan di malam tersebut merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak do’a agar bisa menggapai keistimewaan Lailatul Qadar di bulan suci Ramadhan.

 

  1. Bulan Ramadhan penuh dengan pengampunan dosa

Sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa, Barang siapa yang menjalankan ibadah puasa dengan iman dan ihtisab (niat yang baik), Niscaya akan diampuni dosa – dosa yang telah lampau. Ini berarti jika anda sungguh – sungguh melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan, Maka dosa – dosa yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT.

 

  1. Ramadhan bulan yang penuh dengan keberkahan

Bagi seluruh umat muslim memiliki kesempatan untuk kembali di jalan yang baik, Sehingga mendapatkan keberkahan yang bernilai sama dengan seribu bulan. Hal demikian sesuai dengan hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, An-nasa’i dan Baihaqi.

 

  1. Bulan yang memiliki pahala berlipat ganda

Ibadah yang dikerjakan di bulan suci Ramadhan layaknya amal sholih dan beberapa kewajiban lainnya,  Allah SWT akan melipat gandakan balasan dari apa yang umat muslim kerjakan, Dan balasan yang berlipat ganda tersebut sampai 70 kali lipat. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih ( Bukhari, Muslim).

 

  1. Bulan diturunkannya Al-Quran

Dimana pada tanggal 17 Ramadhan merupakan peringatan Nuzulul Qur’an, Yakni telah diturunkannya kitab suci Al-Quran sebagai pedoman dan menjadi petunjuk bagi umat muslim untuk mencapai ridho Allah SWT. Dan hendaknya anda bisa memperbanyak do’a di hari turunnya Al-Quran, Agar bisa mendapat berkah yang lebih di bulan suci Ramadhan.


  • 0

5 Keistimewaan Muslim di bulan Ramadhan

Tahukah Anda bahwa ternyata umat Muhammad diberi keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat lain di bulan Ramadhan. Apa sajakah itu?

Al-Faqih berkata: Abu Ja’far menceritakan kepada kami, Ali bin Ahmad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Fadl menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Abu Hisyam dari Muhammad bin Muhammad bin Al-Aswad dari Abu Salamah dari Abu Hurairah RA, di mana ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Pada bulan Ramadhan umatku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu:

1. Bau (busuk) mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak kasturi.

2. Malaikat memohonkan ampun bagi mereka sehingga mereka berbuka.

3. Pada bulan itu setan-setan yang jahat dibelenggu, maka pada bulan itu mereka tidak bebas sebagaimana pada bulan-bulan yang lain.

4. Setiap hari Allah menghias surga-Nya dan berfirman kepadanya, ‘Hamba-hamba-Ku yang shalih hampir dibebaskan dari beban dan gangguan mereka akan kembali kepadamu.’

5. Pada akhir malam (bulan Ramadhan), mereka diampuni.”

Rasulullah SAW ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah malam itu lailatul qadar?” Beliau menjawab, “Bukan, namun seorang pekerja itu upahnya dibayarkan bila ia telah selesai mengerjakan pekerjaannya.”

Subhanallah, itulah yang akan kita peroleh sebagai umat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Keistimewaan yang diberikan Allah kepada kita ini dapat menjadi penumbuh semangat dalam diri kita untuk senantiasa menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Jadi, tunggu apalagi, mari siapkan diri menjemput hari yang suci, penuh berkah dan pemberi kabar gembira bagi umat yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Wallahu ‘alam


  • 0

6 Pesan Rasulullah Saat Menjelang Bulan Ramadhan

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, Yakni bulan yang penuh dengan berkah ini dimana sebagai umat muslim anda pastinya menanti datangnya bulan tersebut. Ibadah yang anda jalani di bulan Ramadhan, Akan dipenuhi dengan pahala yang berlipat ganda. Sehingga tidak ada salahnya, jika anda senantiasa memiliki persiapan yang sebaik mungkin, Agar nantinya semua ibadah yang anda lakukan seperti puasa, sholat, dan lainnya baik itu fardhu maupun sunnah, Bisa terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga ketika anda menjalankan semua ibadah tersebut bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

11412353_10152932964847361_6637092085640766560_n

Oleh karena itu, Perlunya mengingat akan pesan – pesan Rasulullah S.A.W dari apa yang beliau sabdakan itu sangat penting. Karena dengan beberapa pesan beliau tersebut, Anda akan lebih bisa mengena dalam benak pikiran tentang hal – hal apa saja yang dilakukan ketika bulan suci ramadhan telah tiba. Sehingga tujuan untuk mendapat ridho dan berkah di bulan suci ramadhan bisa tercapai.

 

Dan inilah pesan Rasulullah S.A.W di saat menjelang bulan suci ramadhan, Yang telah dinukil berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman al-Farisi. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah S.A.W sedang bekhutbah  pada akhir bulan Sya’ban, Yang berisi beberapa pesan kepada seluruh umat islam. Sehingga dari hadits tersebut bisa diambil 6 pesan yang bisa disimpulkan sebagai berikut :

 

  1. Gunakanlah bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat islam. Yang mana pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Yang dimaksud dengan satu malam tersebut adalah malam Lailatul Qodar. Dan Allah telah mewajibkan umat islam berpuasa di siang hari dan menjadikan Qiyamu lail (shalat terawih) adalah suatu tathawwu’ (sunnah). Dengan demikian, Bahwa di bulan Ramadhan menandakan suatu bulan yang penuh dengan pahala. Oleh karena itu, Hendaknya anda bisa memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik mungkin.

 

  1. Ingat bahwa Pahala di bulan Ramadhan berlipat ganda

Bila anda mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan di bulan ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala seperti menunaikan ibadah fardhu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala layaknya menunaikan 70 ibadah fardhu di bulan yang lain. Oleh karena itu, Dapat disimpulkan bahwa pahala di bulan ramadhan sangatlah berlipat ganda.

 

  1. Ingat bahwa bulan Ramadhan bisa melatih kesabaran anda

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesabaran. Dan barang siapa yang sabar pahalanya adalah syurga. Tahukah anda, Bahwa ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan, Anda dilatih untuk menghindari makan, minum dan semua yang bisa membatalkan puasa tersebut berdasarkan kurun waktu yang telah ditentukan. Secara tidak langsung anda telah melatih kesabaran dengan mengikuti semua aturan dalam berpuasa. Dan inilah yang menjadikan bulan ramadhan bisa melatih kesabaran dalam diri anda.

 

  1. Belajarlah bersimpati kepada orang lain

Saling bersimpati kepada orang lain, Itulah salah satu pesan rasulullah kepada umat islam. Yang mana seperti anjuran Rasulullah S.A.W untuk memberi makan ketika berbuka puasa meskipun hanya sebiji kurma, dan seisap air susu. Dan barang siapa yang memberi makan untuk berbuka kepada orang lain, Maka pahalanya seperti puasanya orang tersebut. Dengan demikian rasa bersimpati antar sesama akan tumbuh dan menjadikan seseorang akan memiliki rasa peduli yang tinggi.

 

  1. Meningkatkan amal sholih

Bulan suci Ramadhan adalah bulan rahmat, Yang mana pada sepuluh hari pertama di bulan tersebut adalah bulan yang penuh rahmat. Dengan adanya hal demikian, Maka hendaknya perbanyaklah amal sholih layaknya berbakti kepada orang tua, saling menolong antar sesama, bertutur santun dan lainnya, Agar anda selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

 

  1. Memperbanyak berdoa dan meminta ampunan

Di sepuluh Pertengahan bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, Dan di sepuluh terakhirnya adalah terbebas dari api neraka. Maka dari situ anda bisa memperbanyak do’a dan ampunan kepada Allah SWT.  Di dalam bulan suci Ramadhan, Hendaknya memperbanyak kalimat thoyyibah, istighfar dan berdoa kepada Allah agar dimasukkan surgaNya, Serta memohon perlindungan dari api neraka.

 

Catatan Penting : Untuk mencari teks asli hadits rujukan pada artikel di atas, Anda bisa membuka di kitab Shahîh Ibn Khuzaimah.


  • 0

7 Amalan Yang Dianjurkan di Bulan Suci Ramadhan

Memang sudah selayaknya sebagai umat muslim yang beriman untuk mengetahui beberapa amalan yang dianjurkan di bulan suci ramadhan. Agar nantinya bisa benar-benar memiliki persiapan yang cukup, Sehingga tidak sampai menyiakan kesempatan yang ada, Tentunya di bulan yang penuh berkah ini. Selain berpuasa yang memang sudah menjadi hal yang wajib, Beberapa amalan pun juga perlu diterapkan, Agar nantinya bisa menambah suasana di bulan Ramadhan terasa lebih indah. Sehingga beberapa amalan tersebut bisa menjadi jalan untuk kekhusu’an anda dalam menjalani semua aktifitas selama bulan Ramadhan.

 

Beberapa amalan tersebut pada dasarnya memang bukan suatu hal yang wajib, Namun anjuran Rasulullah SAW agar seluruh umat islam bisa menjalankan amalan tersebut. Sebab hal demikian menjadi kesempatan bagus untuk menyempurnakan pahala dan keimanan anda. Bahkan hal ini juga bisa menjadi jalan untuk menggapai ridho dari Allah SWT. Dan inilah 7 amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan suci ramadhan.

 

  1. Memperbanyak sedekah

Memperbanyak sedekah memang salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Dimana menyedekahkan sebagian harta yang anda miliki memang suatu hal yang mulia. Karena dengan demikian, Rizki yang anda sedekahkan di bulan suci ramadhan, Mendapat balasan yang berlipat ganda di sisi Allah SWT. Dengan tanda kutip, Pemberian disertai niat yang tulus dan ikhlas. Dan anjuran Rasulullah SAW agar umat muslim memperbanyak sedekah terutama di bulan suci ramadhan, Berdasarkan sabda beliau yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

 

  1. Memperbanyak I’tikaf

Dengan cara beri’tikaf atau menurut istilah syar’i adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT, Memang amalan yang dianjurkan di bulan suci ramadhan. Tentunya hal demikian bisa menjadikan anda terhindar dari perkara maksiat dan meningkatkan keimanan anda. Sehingga aktifitas yang anda kerjakan di bulan suci ramadhan tidaklah sia-sia. Anjuran tersebut berdasarkan hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih dari Aisyah RA.

 

  1. Mendirikan Shalat tarawih berjamaah

Sholat tarawih memang suatu ibadah sunnah yang kebanyakan orang muslim menjalankannya, Namun mendirikan sholat tarawih dengan berjamaah adalah salah satu anjuran rasulullah SAW kepada seluruh umat muslim. Yang mana anjuran tersebut berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih dari Aisyah RA.

 

  1. Menghidupkan malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan, Yang mana malam mulia ini berdasarkan pendapat yang paling kuat, Terdapat pada 10 malam yang terakhir di bulan Ramadhan, Tepatnya pada malam ganjil. Dan pada malam-malam tersebut alangkah baiknya jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat seperti I’tikaf, memperbanyak do’a, mengerjakan sholat malam dan amalan lainnya.

 

  1. Membaca Al-Qur’an

Melakukan tadarus Al Qur’an juga merupakan kegiatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Apalagi amalan tersebut dijalankan saat bulan Ramadhan. Oleh karena itu memperbanyak bacaan Al Quran di bulan ramadhan juga merupakan kegiatan yang sangat mulia, Dan isilah waktu luang anda dengan memperbanyak bacaan Al Quran. Sehingga di bulan yang penuh berkah tersebut, Dapat meningkatkan ketaqwaan dan keimanan anda.

 

  1. Melaksanakan ibadah umroh

Melaksanakan ibadah umroh di bulan suci Ramadhan, Merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW. Yang mana ibadah umroh di bulan Ramadhan, Pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji. Sehingga ada baiknya jika anda melakukan ibadah umroh saat bulan suci Ramadhan tiba.

 

  1. Memperbanyak istighfar pada malam akhir Ramadhan

Meminta pengampuanan pada malam akhir Ramadhan juga salah satu amalan yang sangat penting. Karena pada malam tersebut akan memberi banyak pengampunan bagi setiap dosa-dosa hamba Allah SWT yang meminta pengampunanNya. Hal demikian sesuai dengan hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Baihaqi dan Al-Bazzar.


  • 0

Kenapa Maksiat Masih Terjadi, Padahal Setan Diikat di Bulan Ramadhan?

setan pergi

Ketika puasa itu tiba, maka kebaikan akan mudah dilakukan. Kejahatan dan maksiat akan semakin berkurang karena saat itu pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, setan pun terbelenggu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Dalam lafazh lain disebutkan,

Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibukan, pintu-pintu Jahannam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079).

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan bahwa yang dimaksud adalah makna secara tekstual dan hakiki. Terbukanya pintu surga, tertutupnya pintu neraka dan terikatnya setan adalah tanda masuknya bulan Ramadhan, mulianya bulan tersebut dan setan pun terhalang mengganggu orang beriman. Ini isyarat pula bahwa pahala dan pemaafan dari Allah begitu banyak pada bulan Ramadhan. Tingkah setan dalam menggoda manusia pun berkurang karena mereka bagaikan para tahanan ketika itu. (Fath Al-Bari, 4: 114 dan Syarh Shahih Muslim, 7: 167)

Al Qodhi juga berkata, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” (Lihat Syarh Shahih Muslim, 7: 167)

Namun kenapa maksiat masih banyak terjadi di bulan Ramadhan walau setan itu diikat?

Disebutkan oleh Abul ‘Abbas Al-Qurthubi:

  • Setan diikat dari orang yang menjalankan puasa yang memperhatikan syarat dan adab saat berpuasa. Adapun yang tidak menjalankan puasa dengan benar, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.
  • Seandainya pun kita katakan bahwa setan tidak mengganggu orang yang berpuasa, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain yaitu dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, adat kebiasaan dan gangguan dari setan manusia.
  • Bisa juga maksudnya bahwa setan yang diikat adalah umumnya setan dan yang memiliki pasukan sedangkan yang tidak memiliki pasukan tidaklah dibelenggu.

Intinya maksudnya adalah kejelekan itu berkurang di bulan Ramadhan. Ini nyata terjadi dibandingkan dengan bulan lainnya. (Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3: 136. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 221162)

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa pada bulan Ramadhan, jiwa lebih condong pada kebaikan dan amalan shalih, yang dengan kebaikan ini sebagai jalan terbukanya pintu surga. Begitu pula kejelekan pun berkurang ketika itu yang akibatnya pintu neraka itu tertutup. Sedangkan setan itu diikat berarti mereka tidaklah mampu melakukan maksiat sebagaimana ketika tidak berpuasa. Namun maksiat masih bisa terjadi karena syahwat. Ketika syahwat itu ditahan, maka setan-setan pun terbelenggu. (Majmu’ah Al-Fatawa, 14: 167).

Karena terbuka lebarnya pintu kebaikan ini, pahala kebaikan akan dilipat gandakan.

Guru-guru dari Abu Bakr bin Maryam rahimahumullah pernah mengatakan, “Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.” (Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hal. 270)

Ibrahim An-Nakho’i rahimahullah mengatakan, “Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih afdhol dari puasa di seribu hari lainnya. Begitu pula satu bacaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) di bulan Ramadhan lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di hari lainnya. Begitu juga pahala satu raka’at shalat di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu raka’at di bulan lainnya.” (Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hal. 270)

Begitulah kemuliaan bulan Ramadhan. Orang yang sebelumnya malas ibadah, akan kembali sadar. Yang sudah semangat ibadah akan terus bertambah semangat. Yang lalai akan yang wajib, akan sadar di bulan Ramadhan. Yang lalai akan dzikir pun semangat untuk berdzikir. Begitu pula yang malas ke masjid akan rajin ke masjid. Namun tentu saja ibadah terbaik adalah ibadah yang kontinu, bukan hanya musiman,

“(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

Semoga bermanfaat.

puasa-no-setan-maksiat-elo-setannya

Direvisi 14 Sya’ban 1436 H (01 Juni 2015) di Pesantren DS

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com


  • 0

Negara-negara dengan Waktu Puasa Terpendek di Dunia

puasa

Sydney, Rio de Janeiro dan Jakarta, berturut-turut menjadi tiga kota besar di dunia yang tercatat memiliki periode puasa paling cepat. Sydney di Australia hanya 9 jam 56 menit, atau hampir 10 jam.

Sementara Rio de Janeiro di Brazil 12 jam 4 menit. Lalu di Jakarta, Indonesia, 13 jam 1 menit. Tapi untuk Ramadhan 2015, periode puasa paling pendek akan ada di Argentina dengan hanya sembilan jam.

Dikutip dari Emirates 24/7 pada Rabu, 17 Juni 2015, Australia akan tetap termasuk yang terpendek dengan sepuluh jam, Afrika Selatan 10 jam 30 menit, dan Brasil akan berkurang jadi 11 jam.

Di Asia, waktu puasa akan bervariasi antara 13 jam hingga 14 jam 30 menit. Periode puasa di Mesir akan menjadi yang terpanjang di kawasan Timur Tengah dengan 16 jam.

Negara-negara Arab seperti Bahrain, Arab Saudi, Tunisia dan Palestina akan berlangsung 15 jam. Sudan akan menjadi negara Arab paling pendek periode puasanya ‘hanya’ 14 jam.

 


  • 0

  • 0

Doa dan Dzikir Lengkap Ibadah Haji dan Umroh Saibah

Untuk Download silahkan klik tulisan ini Doa umroh

– Shalat sunat sebelum bepergian 2 rakaat

– Doa Keluar Rumah Berangkat Umroh/Haji

– Doa setelah duduk di dalam kendaraan

– Doa sewaktu kendaraan mulai bergerak

– Doa Ketika Sampai Tujuan (Mekkah)

– Doa Niat Haji dan atau umroh

– Doa sesudah selesai berihram

– Bacaan Talbiyah, Shalawat dan Doa

– Doa memasuki kota Makkah

– Doa masuk Masjidil Haram

– Doa Melihat Ka’bah

– Doa Saat Melintas Maqam Ibrahim

– Doa Thawaf 

– Doa Thawaf Putaran Pertama

– Doa Thawaf Putaran Kedua

– Doa Thawaf Putaran Tiga

– Doa Thawaf Putaran Empat

– Doa Thawaf Putaran Lima

– Doa Thawaf Putaran Enam

– Doa Thawaf Putaran Tujuh

– Doa Sesudah Thawaf

– Doa sesudah shalat sunat di belakang Maqam Ibrahim

– Doa Waktu Minum Air Zamzam

– Doa sesudah shalat Sunat Mutlak di Hijir Ismail

– Doa ketika hendak mendaki bukit Shafa sebelum mulai sa’i

– Doa di atas bukit Shafa ketika menghadap Ka’bah

– Doa sa’i yang pertama dari Shafa ke Marwah

– Doa sa’i yang kedua dari Marwah ke Shafa

– Doa sa’i yang ketiga dari Shafa ke Marwah

– Doa sa’i yang keempat dari Marwah ke Shafa

– Doa sa’i yang kelima dari Shafa ke Marwah

– Doa sa’i yang keenam dari Marwah ke Shafa

– Doa sa’i yang ketujuh dari Shafa ke Marwah

– Doa di Bukit Marwah selesai Sa’i

– Doa waktu menggunting rambut

– Doa Setelah Menggunting Rambut


Doa Haji

– Doa ketika berangkat ke Arafah 

– Doa Memasuki Arafah

– Doa melihat Jabal Rahmah

– Doa Wukuf

– Doa ketika sampai di Muzdalifah

– Doa Saat di Mina

– Doa Melontar Jumrah

– Doa Setelah Melontar tiga Jumrah

– Doa Thawaf Wada’

– Doa Sesudah Thawaf Wada’


Doa Ziarah di Madinah

– Doa Masuk Madinah

– Doa masuk Masjid Nabawi

– Doa di Makam Rasulullah SAW

– Doa salam kepada Abu Bakar As-Sidiq ra.

– Doa salam kepada Umar Bin Khattab r.a

– Doa ketika di Raudhah

– Doa ketika di Baqi

– Doa salam kepada Sayyidina Utsman bin Affan

– Salam kepada sayyidina Hamzah r.a. dan Mus’ab bin Umair r.a. di Uhud

– Salam kepada para syuhada di Uhud

– Doa Meninggalkan Madinah

– Doa Tiba Dirumah/Kampung Halaman


  • 0

  • 0

ONH 2013 turun USD$90

Ketua Komisi VIII menjelaskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun 2013 mengalami penurunan (sebelumnya ditulis dalam hitungan rupiah, yang benar hitungan dolar). Penurunan yang disepakati yaitu sebesar USD 90, yang jika dikomparasikan dengan kurs tahun 2012 penurunan itu jadi sebesar Rp 140.600.

Penurunan yang dimaksud, pada tahun 2012 BPIH sebesar Rp 33.999.800 atau USD 3.617 menjadi Rp 33.859.200 atau USD 3.527 pada tahun 2013 (dengan kurs tahun 2012 sebesar Rp 9.400 dan tahun 2013 sebesar Rp 9.600), maka turun sebanyak Rp 140.600.

“Itu BPIH yang betul dalam bentuk dolar Amerika bukan rupiah bahwa dibandingkan tahun dulu selisihnya USD 90. Nah, pada waktu selisih dolarnya tahun lalu Rp 9.400, maka kalau diluruskan selisihnya hanya Rp 140.600. Jadi kenapa ada selisih segitu karena dolarnya Rp. 9.400,” kata Ketua Komisi VIII Ida Fauziyah saat dikonfirmasi, Senin (1/4/2013).

Hal itu sekaligus untuk meluruskan berita sebelumnya yang menuliskan penurunan dalam hitungan rupiah.

Menurutnya, penurunan BPIH itu merupakan upaya dari DPR dan pemerintah agar biaya ongkos haji semakin terjangkau.

“Walau terjadi penurunan BPIH, tetapi Komisi VIII tetap menekankan agar pemerintah tetap meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013, baik katering, transportasi, akomodasi, dan lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Komisi VIII juga telah menyetujui dana tambahan subsidi BPIH tahun 2013 untuk keperluan jemaah haji menjadi Rp. 2,3 triliun. Ini peningkatan cukup tinggi dibanding tahun lalu yang nilai subsidinya adalah Rp 1,7 triliun.

“Dana ini akan digunakan untuk meringankan BPIH tahun 2013 dalam bentuk subsidi biaya kebutuhan jemaah haji. Antara lain subsidi akomodasi di Mekkah, akomodasi di Madinah, subsidi general service fee, biaya pendukung operasional lain dan safe guarding,” ucap Idam

“Ini penting untuk menjamin kestabilan dan penurunan harga BPIH, dan yang utama adalah untuk kontinuitas penyelenggaraan haji lebih baik,” imbuhnya.