Category Archives: Blog

  • 0

Bahaya Dibalik Paket Umroh Murah

Paket umroh murah ternyata beresiko sangat besar. Beberapa minggu terakhir ini kita disuguhi oleh berita bahwa kementerian agama akan mengambil alih pengelolaan umroh. Walaupun pada akhirnya dianulir oleh menteri agama melalui siaran pers nya, kebijakan itu menuai pro dan kontra dari masyarakat luas terutama dari penyelenggaranya.

Salah satu alasan pemerintah yang mendasari pengambil alihan ini adalah ramainya penipuan yang terjadi dari travel umroh bodong. Hitungan sederhana dari website media nasional menunjukkan bahwa setiap bulannya ada ribuan calon tamu Allah yang tertipu.

Padahal yang muncul di media sebenarnya pasti hanya puncak gunung es. Gunung es nya jauh lebih besar lagi, alasannya sederhana, biro travel umroh bodong biasanya menggandeng tokoh agama (cth:ustadz) untuk memasarkan produknya. Tentunya, jika ada masalah hampir tidak mungkin masyarakat akan melaporkan tokoh tersebut ke polisi kan ?

Anehnya, masyarakat nampaknya masih belum belajar dari ratusan kejadian yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir ini padahal modus penipuan umroh ini sudah terjadi sejak tahun 90an atau bahkan lebih awal lagi.

Untuk memahami apa motif biro menjual paket umroh murah dengan harga super murah kita harus memahami seberapa besar biaya umroh dari paket umroh yang wajar, dengan mendetailkan struktur biaya dari masing masing komponennya. Secara umum, komponen biaya umroh adalah transportasi udara, penginapan/akomodasi, transportasi lokal, katering, muthawif / local handling, visa dan keuntungan biro

  1. Transportasi udara

Besaran biaya transportasi udara biasanya bergantung dari beberapa faktor yaitu jenis maskapainya (full service, medium atau LCC), waktu keberangkatan, harga minyak dunia dan banyak hal lainnya. Secara umum, biaya maskapai full service adalah US$1.100 keatas, medium US$900 keatas dan LCC di US$700 keatas.

  1. Penginapan / Akomodasi

Biaya untuk fasilitas ini di Tanah suci paling rendah adalah sekitar 100 US$ untuk penginapan 6-7 hari per kepala untuk fasilitas sekelas apartemen / flat. Untuk hotel bintang 3 sekitar US$200, bintang 4 sekitar 300US$ dan bintang 5 diatas 400US$.

  1. Transportasi lokal

Untuk transportasi lokal, biaya standar untuk penyewaan bis yang mengikuti sekitar US$100 untuk bis AC dengan fasilitas paling rendah.

Ada juga pilihan untuk menggunakan SAPTCO (seperti DAMRI) yang menyediakan fasilitas bis antar kota (Jeddah, Makkah, Madinah) dengan biaya sekali jalan sekitar US$15.

  1. Katering

Biaya sekali saji adalah sekitar 5-6 US$ per sajian. Mengasumsikan bahwa jamaah harus makan 21 kali dalam waktu 7 hari maka biaya paling sedikit yang harus dikeluarkan tidak kurang adri US$100

  1. Muthawif/Local Handling

Untuk muthawif, full service besaran biayanya adalah sekitar US$100 selama 8 hari.

  1. Visa

Biaya visa bervariasi antara 35 US$-70 US$ bergantung musim.

  1. Keuntungan Biro

Komponen biaya ini tidak ada standarnya, tapi tentu saja sulit kita bisa bayangkan ada biro yang keuntungannya hanya dibawah 5% dari biaya dasar

Selain biaya biaya tersebut, masih ada komponen biaya lain seperti pengurusan pasport, toolkit (kaos, seragam, buku) yang seringkali merupakan tanggung jawab pribadi.

Dengan hitungan tersebut, maka biaya umroh minimal untuk paket umroh dengan level fasilitas terkait adalah

  1. Non Bintang : US$1200
  2. Bintang 3 : US$1400
  3. Bintang 4 : US$1600
  4. Bintang 4 : US$1900

Dengan rate Dollar 14.000 tentu saja kita bisa mengasumsikan bahwa jika ada paket umroh yang dijual dibawah Rp17.000.000 tidak akan menutupi modal bisnis. Lalu kenapa masih banyak saja travel umroh yang menjual paket umroh dengan harga sangat murah ?

Apakah travel umroh yang menjual paket dengan harga sedemikian itu hanya sekedar promosi ? atau hanya gali lobang tutup lobang saja ?. Lalu juga kenapa banyak travel umroh yang menjual paket dengan harga miring menerapkan sistem antrian dengan alasan kuota ? Padahal beda dengan haji yang memiliki kuota, umroh tidak ada batasan sama sekali.

Apakah kita sedang menuju “kiamat” penyelenggaraan umroh dari data penulis, ada beberapa ratus ribu calon jamaah umroh masuk “daftar antrian” dengan model umroh murah seperti ini ?

Entahlah, Intinya, hati hati, jangan beresiko dalam ibadah umroh. Seperti ungkapan “thing that is too good to be true, probably is”

http://musmus.me/index.php/2015/12/21/ini-bahaya-dibalik-paket-umroh-murah/

Tulisan asli dari kompasiana


  • 0

Idul Adha Antara UDHIYAH DAN TADHIYAH

Category : Artikel lain , Blog

Setelah berpisah dengan ‘Iedul Fithri yang baru lalu, insyaa-allah sebentar lagi kita akan dipertemukan kembali dengan hari raya kedua dalam Islam, ‘Iedul Adha. Itulah dua hari raya yang dimiliki oleh kaum muslimin. Jika ‘Iedul Fithri terkait dan tergantung pada rukun ibadah shaum Ramadhan, maka ‘Iedul Adha terkait dan tergantung pada rukun ibadah haji ke Baitullah di Tanah Suci. Salah satu hikmah yang bisa kita petik dibalik pengaitan kedua ‘ied tersebut dengan kedua rukun Islam itu adalah agar penyambutan dan peringatan kedua hari kegembiraan islami tersebut tetap dalam nuansa ibadah yang penuh kekhusyukan, dan didasari oleh komitmen syar’i yang tinggi

YAUMUN NAHR

‘Iedul Adha adalah nama lain dari Yaumun-Nahr yang merupakan “harinya jamaah haji” yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah ketika jamaah haji sampai di Mina – setelah malamnya mabit di Muzdalifah, dan sehari sebelumnya wuquf di Arafah – untuk melempar jumrah Aqabah, menyembelih hadyu dan bercukur. Dan Yaumun-Nahr berarti hari penyembelihan karena amalan yang paling utama dan menonjol pada hari istimewa itu adalah menyembelih udhiyah atau hewan qurban (dan juga hewan-hewan yang lainnya selain qurban bagi jamaah haji). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Tidak ada satu amal pun yang dilakukan seorang anak manusia pada Yaumun-Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban yang disembelih). Maka berbahagialah kamu karenanya” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad yang shahih).

Berdasarkan hadits tersebut, berqurban merupakan amalan yang paling istimewa yang tidak bisa digantikan oleh amalan-amalan lain pada hari istimewa itu, dan menyembelih udhiyah tetap lebih afdhal daripada bershadaqah yang senilai dengan harga hewan qurban, sebagaimana di-tarjih oleh banyak ulama seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan lain-lain. Oleh karena itu – dalam rangka menyambut ‘Iedul Adha – patutlah bagi setiap orang Islam yang mampu agar mengikhlaskan niat, menguatkan tekad hati dan mempersiapkan diri untuk memprioritaskan pelaksanaan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini yang sekaligus merupakan sunnah imam para muwahhidin (orang-orang yang mentauhidkan Allah), yakni Khalilullah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah}.

IBADAH PERSEMBAHAN

Menyembelih udhiyah merupakan salah satu bentuk ibadah ritual yang hanya boleh dipersembahkan dan ditujukan dengan ikhlas kepada Allah semata. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka dirikanlan shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (karena Tuhanmu pula)” (QS. Al-Kautsar [108]: 2). Dengan demikian prosesi menyembelih hewan qurban yang dilakukan sebagai ibadah ritual persembahan untuk Allah Ta’ala adalah salah satu bentuk representasi kemurnian iman dan tauhid seorang mukmin. Allah berfirman (yang artinya): “Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam; tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah)” (QS. Al-An’am [6]: 162). Dan sebaliknya memperuntukkan dan mempersembahkan sembelihan apapun kepada selain Allah adalah sebuah tindakan syirik yang dilaknat oleh Allah (lihat HR. Muslim).

Dan memang penyembelihan hewan sebagai persembahan untuk selain Allah (yakni untuk berhala-berhala) merupakan salah satu bentuk ritual istimewa yang biasa dilakukan oleh orang-orang musyrik sepanjang sejarah. Sebagaimana ritual yang sama juga biasa dilakukan oleh para dukun dan penyihir sebagai bentuk persembahan kepada jin yang dimintai bantuan dalam aktivitas perdukunan dan penyihiran mereka. Atau itu juga biasa menjadi salah satu persyaratan yang mereka minta agar dilakukan oleh orang-orang yang mendatangi mereka untuk berbagai maksud dan tujuan, seperti pengobatan, perjodohan dan lain-lain. Apa yang sering kita dengar tentang adanya penanaman kepala kerbau, sapi, kambing atau yang lainnya dalam proses pembangunan rumah, jembatan dan proyek-proyek lainnya misalnya, hanyalah contoh dan bentuk lain dari ritual penyembelihan syirik tersebut. Kita juga tidak jarang mendengar adanya ritual mempersembahkan hewan-hewan tertentu dalam penanggulangan bencana-bencana alam yang banyak terjadi di Tanah Air. Mungkin juga ada yang melakukan hal semacam itu dalam upaya penanggulangan bencana lumpur Lapindo misalnya. Itu semua dan semacamnya adalah tindak kenaifan yang sangat tidak logis disamping merupakan penyimpangan akidah yang sangat memprihatinkan.

HIKMAH QURBAN

Sebagai persembahan untuk Allah, hewan qurban disyaratkan harus baik, sehat dan sempurna. Semakin baik dan sempurna hewan qurban seseorang, maka semakin baik dan sempurna pulalah nilai ibadah dan pahalanya di sisi Allah. Dan sebaliknya, tidak boleh atau tidak sah seseorang berqurban dengan hewan yang cacat dengan kecacatan yang nyata, seperti juling yang nyata, sakit yang nyata, pincang yang nyata, kurus yang nyata (lihat HR. Ahmad, Ash-habus Sunan dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh At-Tirmidzi), dan cacat-cacat sejenis lainnya. Dari sini kita mengambil pelajaran besar bahwa, apapun yang kita persembahkan untuk Allah dalam hidup ini haruslah kita lakukan dengan penuh totalitas, tidak setengah-setengah, dan bersifat sempurna yang tidak mengandung cacat, tentu sebatas kemampuan. Baik itu dalam hal shalat, puasa, zakat, infaq, haji, dakwah, jihad, berkorban dan lain-lain.

Dan karena sifatnya sebagai persembahan khusus untuk Allah itu pula, maka menurut jumhur ulama, tidak ada bagian manapun dari hewan qurban yang boleh dijual atau dijadikan sebagai upah jagal misalnya, termasuk kulitnya, bulunya dan bahkan kain penutup yang dipakaikan pada hewan qurban sebagai penahan cuaca panas dan dingin sejak seekor hewan telah ditetapkan sebagai udhiyah sampai saat disembelih. Karena sejak ditetapkan sebagai qurban yang dipersembahkan untuk Allah, maka hewan udhiyah itu telah murni menjadi “milik” Allah. Dan Allah Ta’ala – melalui Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam – hanya mengizinkan agar “milik”-Nya itu dikonsumsi oleh pequrban dan keluarganya, disimpan, dan dibagi-bagikan sebagai sedekah atau hadiah, dan tidak untuk dijual (HR.Muttafaq ‘alaih). Dan dari sini kita kita mendapatkan pelajaran besar bahwa, jika kita benar-benar telah menjual jiwa, harta dan segala milik kita kepada Allah (lihat QS. At-Taubah [9]: 111), yang berarti jiwa, harta dan semua milik kita telah murni menjadi ”milik” Allah, maka apapun yang kita lakukan terhadap apa-apa yang ada pada kita itu haruslah atas seizin dan perkenan Sang Pemilik, Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bukan sekehendak dan semau kita sendiri.

ANTARA UDHIYAH DAN TADHIYAH

Ada hikmah lain yang sangat penting di balik syariat ibadah ber-udhiyah, yakni adanya keterkaitan yang sangat erat antara udhiyah (berqurban, menyembelih hewan qurban) dan tadhiyah (berkorban secara umum), baik secara bahasa maupun secara makna. Secara bahasa, udhiyah dan tadhiyah berasal dari kata dhahha yudhahhi yang berarti berqurban dan berkorban sekaligus. Adapun secara makna, ber-udhiyah adalah bagian dari tadhiyah, karena memang esensi dari ibadah qurban (ber-udhiyah) adalah pengorbanan itu sendiri. Apalagi jika kita mengingat bagaimana pada mulanya sunnah qurban ini harus dilaksanakan oleh Khalilullah Ibrahim ‘alaihis-salam, dimana beliau diperintahkan untuk berkorban dan berqurban dengan menyembelih putra tercinta beliau, Nabi Ismail ‘alaihis-salam, meskipun akhirnya ditukar dengan sembelihan kambing yang besar, setelah terbukti secara nyata ketaatan dan kesabaran beliau berdua dalam memenuhi perintah Allah (lihat QS. Ash-Shaaffaat [37]: 102-107).

Maka ibadah ber-udhiyah, dengan demikian, akan menanamkan dalam diri kita dan diri setiap pequrban kecintaan dan semangat untuk selalu siap berkorban dengan apa saja yang kita miliki di jalan Islam, dakwah dan perjuangan, yang merupakan syarat untuk mencapai kemenangan Islam dan mengembalikan’izzah (kemuliaan) serta kekuatan kaum muslimin sebagai khairu ummah (sebaik-baik ummat). Maka marilah kita selalu ber-udhiyah (berqurban) dan ber-tadhiyah (berkorban) agar kita dan ummat kita tidak selalu menjadi atau dijadikan korban! Ingat, kita adalah ummat pequrban dan bukan ummat korban! Wassalam.


  • 0

Sebelas WNI Ditangkap di Mekkah, Salah Satu Mengaku Imam Mahdi

Mekkah, CNN Indonesia — Sebanyak 11 warga negara Indonesia ditangkap di Mekkah karena dianggap melakukan ibadah sesat di depan Ka’bah. Pemimpin kelompok ini bahkan dilarikan ke rumah sakit jiwa karena mengaku sebagai Imam Mahdi.

Laporan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima CNN Indonesia, Jumat (31/7), menyebutkan bahwa mereka mendapat laporan pada Selasa (28/7) bahwa ke-11 orang tersebut, dua di antaranya wanita, ditahan setelah melakukan shalat Idul Fitri pada Sabtu (18/7) di depan Ka’bah, padahal Saudi telah melaksanakannya sehari sebelumnya.

“Pada tanggal 18 Juli mereka melaksanakan ritual shalat Idul Fitri di maqom Ibrahim (kompleks ka’bah) yang didahului dalam formasi lingkaran dengan pemimpin mereka berdiri di tengah lingkaran,” ujar laporan Kemlu.

Tindakan mereka tersebut mengganggu jamaah yang sedang tawaf sehingga dilaporkan ke polisi. Kepolisian telah meminta mereka bubar namun ditolak, akhirnya mereka ditangkap.

Pimpinan rombongan tersebut, Zubair Amir Abdullah, 47, dilarikan ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan setelah mengaku sebagai imam Mahdi.

“Kelompok ini meyakini bahwa Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 18/7, sementara Pemerintah Saudi menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 17/7. Kelompok ini juga berkeyakinan bahwa pimpinan mereka adalah Imam Mahdi, yaitu pemimpin umat akhir zaman (menjelang kiamat),” lanjut laporan Kemlu.

Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah yang telah mendapatkan pemberitahuan terkait kasus ini langsung melakukan pendampingan dan dijanjikan akan bertemu pada 30 Juli.

Seorang anggota kelompok tersebut, Rahmat Syawal Lubis, 34, membenarkan kronologi kejadian yang disampaikan polisi.

Berdasarkan hukum Islam yang dianut Arab Saudi, tindakan yang dilakukan para WNI tersebut adalah pelanggaran syariah berat.

“Terkait dengan kelompok ini, keyakinan mereka bahwa pemimpin mereka adalah Imam Mahdi dikhawatirkan akan membuat mereka dijerat dengan pasal riddah, yaitu sesat dan keluar dari ajaran Islam sehingga terancam hukuman berat,” lanjut KJRI.

Kasus ini masih dalam tahap investigasi dan belum sampai ke pengadilan sehingga KJRI mengimbau kelompok tersebut agar tidak bersikeras dengan keyakinan mereka, setidaknya di depan polisi atau penyelidik Saudi agar bisa dibebaskan.

“Kejadian jamaah WNI melakukan ritual atau praktek keagamaan yang tidak umum/bertentangan dengan hukum di Saudi sudah beberapa kali terjadi antara lain membawa jimat dan memotong kiswah ka’bah. Beberapa diantaranya dijerat dengan hukum syirik,” ujar KJRI.


  • 0

Usai Lebaran Pemerintah Akan Mengumumkan Travel Pelanggar UU

Sumber : haji.kemenag.go.id

Jakarta (Sinhat)–Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Muhajirin Yanis menerangkan, travel-travel pelanggar undang-undang akan diumumkan setelah lebaran. Langkah itu diambil agar masyarakat mengetahui pemerintah serius menindak travel-travel tak berizin.

“Termasuk penyelenggara umrah (travel-travel) berizin yang membantu pemberangkatan calon jemaah umrah dari travel tak berizin akan ditindak tegas,“ ujar Muhajirin Yanis, di kantor Kementerian Agama Pusat, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (14/07).

Perlu diketahui, Februari lalu, Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sejumlah pemanggilan dan pemeriksaan kepada sejumlah perusahaan penyelenggara umrah berizin. Atas laporan jemaah yang merasa dirugikan tersebut, pemerintah langsung melakukan langkah cepat membentuk tim khusus penindakan hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ada sekitar 7 perusahaan penyelenggara umrah berizin yang dipanggil dan diperiksa Kemenag. Selain itu, 6 penyelenggara umrah tak berizin juga sudah dilaporkan Kemenag ke Bareskrim Mabes Polri.

“Proses hukum terhadap perusahaan penyelenggara umrah berizin maupun tak berizin terus jalan. Habis lebaran tim khusus penegakan hukum mulai menyisir penyelenggara umrah tak berizin yang berani beroperasi dengan terang-terangan di wilayah Republik Indonesia. Salah satu tugas tim khusus adalah mengumpulkan bukti-bukti pendukung permulaan yang cukup agar bisa dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” tegas Muhajirin.

Untuk itu Saibah menghimbau kepada para calon jamaah, teliti terlebih dahulu sebelum memilih travel haji dan umrah.

1) tanyakan legalitas perusahaan, mintalah untuk diperlihatkan langsung surat perizinan perusahaan dari pemerintah.

2) jangan terjebak pada tawaran harga/biaya yg tidak masuk akal, biasanya mereka menawarkan dgn banting harga terlalu miring dan irrasional.

3) cari informasi seputar company profile dan track recordnya selama ini,

  • bagaimana standard pelayanannya,
  • apa maskapai yg biasa digunakan,
  • kemana rute perjalanannya (langsung indonesia-saudi apa transit kemana2),
  • dimana akomodasinya,
  • seperti apa cateringnya (sehari makan berapa kali, dsb),
  • adakah muthawwif (pembimbing ibadah yang mendampingi),

4) bagaimana teknis pembayarannya, pilih yang pembayarannya langsung transfer via bank ke rekening perusahaan dan hindari pembayaran cash (titip) ke kantor perwakilan perusahaan travel.


  • 0

7 Keistimewaan Di Bulan Suci Ramadhan

Mengingat tentang keistimewaan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Sebagai umat muslim yang beriman, Tentunya anda tidak mau melewatkan kesempatan untuk mendapatkan kemuliyaan di bulan yang penuh rahmat ini. Dimana pada bulan tersebut, Semua amal sholih yang anda kerjakan akan diganjar dengan pahala yang lebih oleh Allah SWT. Dengan berbagai cara yang anda amalkan, Mulai beriktikaf di Masjid, berbagi takjil untuk berbuka puasa, sholat tarawih serta tadarus al-quran, Ini menjadikan keindahan suasana bulan ramadhan semakin terasa di hati. Dan dari apa yang anda lakukan selama di bulan suci Ramadhan, Tentu anda memiliki kiat untuk menggapai keistimewaan yang terdapat di dalamnya. Sehingga anda tidak mau melewatkan keistimewaan tersebut dengan begitu saja. Lantas apa saja keistimewaan yang ada di bulan suci Ramadhan..?

 

Dari keterangan di atas, Bahwa di bulan suci ramadhan terdapat 7 keistimewaan yang perlu anda ketahui, Berikut penjelasannya :

 

  1. Bulan yang mendidik untuk mencapai ketaqwaan

Perlu diketahui bahwa di bulan suci Ramadhan, Bagi umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa. Dari puasa tersebut, Anda secara tidak langsung belajar untuk menahan lapar, dahaga, amarah dan semua hal yang bisa membatalkan puasa. Sehingga dari situ anda belajar untuk bersabar yang di dasari dengan ketaqwaan. Dan inilah yang menjadikan alasan mengapa puasa selama satu bulan penuh di bulan ramadhan bisa mendidik anda untuk mencapai ketaqwaan. Dan hal demikian juga di landaskan berdasarkan Q.S Al baqarah : 183.

 

  1. Bulan yang berpeluang penuh menuju pintu syurga

Hal demikian sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa ketika telah datang bulan suci Ramadhan, Maka dibukalah pintu – pintu syurga dan ditutup pintu neraka, Kemudian syetan dibelenggu. Hal demikian bisa dijelaskan bahwa peluang atau kesempatan umat islam untuk menuju jalan yang lurus sudah terbuka lebar. Ini artinya di bulan suci Ramadhan, Umat islam memiliki peluang penuh untuk menuju syurganya Allah SWT.

 

  1. Bulan yang terdapat Lailatul Qadar di dalamnya

Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih mulia dari pada seribu bulan. Dan bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang terdapat waktu-waktu Lailatul Qadar tersebut. Dimana banyak ulama’ yang mengatakan, Bahwa di sepuluh malam yang terakhir memiliki salah satu waktu yang terdapat Lailatul Qadar di dalamnya.  Dan di malam tersebut merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak do’a agar bisa menggapai keistimewaan Lailatul Qadar di bulan suci Ramadhan.

 

  1. Bulan Ramadhan penuh dengan pengampunan dosa

Sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa, Barang siapa yang menjalankan ibadah puasa dengan iman dan ihtisab (niat yang baik), Niscaya akan diampuni dosa – dosa yang telah lampau. Ini berarti jika anda sungguh – sungguh melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan, Maka dosa – dosa yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT.

 

  1. Ramadhan bulan yang penuh dengan keberkahan

Bagi seluruh umat muslim memiliki kesempatan untuk kembali di jalan yang baik, Sehingga mendapatkan keberkahan yang bernilai sama dengan seribu bulan. Hal demikian sesuai dengan hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, An-nasa’i dan Baihaqi.

 

  1. Bulan yang memiliki pahala berlipat ganda

Ibadah yang dikerjakan di bulan suci Ramadhan layaknya amal sholih dan beberapa kewajiban lainnya,  Allah SWT akan melipat gandakan balasan dari apa yang umat muslim kerjakan, Dan balasan yang berlipat ganda tersebut sampai 70 kali lipat. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih ( Bukhari, Muslim).

 

  1. Bulan diturunkannya Al-Quran

Dimana pada tanggal 17 Ramadhan merupakan peringatan Nuzulul Qur’an, Yakni telah diturunkannya kitab suci Al-Quran sebagai pedoman dan menjadi petunjuk bagi umat muslim untuk mencapai ridho Allah SWT. Dan hendaknya anda bisa memperbanyak do’a di hari turunnya Al-Quran, Agar bisa mendapat berkah yang lebih di bulan suci Ramadhan.


Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016