Author Archives: admin umroh dan haji

  • 0

Bahaya Dibalik Paket Umroh Murah

Paket umroh murah ternyata beresiko sangat besar. Beberapa minggu terakhir ini kita disuguhi oleh berita bahwa kementerian agama akan mengambil alih pengelolaan umroh. Walaupun pada akhirnya dianulir oleh menteri agama melalui siaran pers nya, kebijakan itu menuai pro dan kontra dari masyarakat luas terutama dari penyelenggaranya.

Salah satu alasan pemerintah yang mendasari pengambil alihan ini adalah ramainya penipuan yang terjadi dari travel umroh bodong. Hitungan sederhana dari website media nasional menunjukkan bahwa setiap bulannya ada ribuan calon tamu Allah yang tertipu.

Padahal yang muncul di media sebenarnya pasti hanya puncak gunung es. Gunung es nya jauh lebih besar lagi, alasannya sederhana, biro travel umroh bodong biasanya menggandeng tokoh agama (cth:ustadz) untuk memasarkan produknya. Tentunya, jika ada masalah hampir tidak mungkin masyarakat akan melaporkan tokoh tersebut ke polisi kan ?

Anehnya, masyarakat nampaknya masih belum belajar dari ratusan kejadian yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir ini padahal modus penipuan umroh ini sudah terjadi sejak tahun 90an atau bahkan lebih awal lagi.

Untuk memahami apa motif biro menjual paket umroh murah dengan harga super murah kita harus memahami seberapa besar biaya umroh dari paket umroh yang wajar, dengan mendetailkan struktur biaya dari masing masing komponennya. Secara umum, komponen biaya umroh adalah transportasi udara, penginapan/akomodasi, transportasi lokal, katering, muthawif / local handling, visa dan keuntungan biro

  1. Transportasi udara

Besaran biaya transportasi udara biasanya bergantung dari beberapa faktor yaitu jenis maskapainya (full service, medium atau LCC), waktu keberangkatan, harga minyak dunia dan banyak hal lainnya. Secara umum, biaya maskapai full service adalah US$1.100 keatas, medium US$900 keatas dan LCC di US$700 keatas.

  1. Penginapan / Akomodasi

Biaya untuk fasilitas ini di Tanah suci paling rendah adalah sekitar 100 US$ untuk penginapan 6-7 hari per kepala untuk fasilitas sekelas apartemen / flat. Untuk hotel bintang 3 sekitar US$200, bintang 4 sekitar 300US$ dan bintang 5 diatas 400US$.

  1. Transportasi lokal

Untuk transportasi lokal, biaya standar untuk penyewaan bis yang mengikuti sekitar US$100 untuk bis AC dengan fasilitas paling rendah.

Ada juga pilihan untuk menggunakan SAPTCO (seperti DAMRI) yang menyediakan fasilitas bis antar kota (Jeddah, Makkah, Madinah) dengan biaya sekali jalan sekitar US$15.

  1. Katering

Biaya sekali saji adalah sekitar 5-6 US$ per sajian. Mengasumsikan bahwa jamaah harus makan 21 kali dalam waktu 7 hari maka biaya paling sedikit yang harus dikeluarkan tidak kurang adri US$100

  1. Muthawif/Local Handling

Untuk muthawif, full service besaran biayanya adalah sekitar US$100 selama 8 hari.

  1. Visa

Biaya visa bervariasi antara 35 US$-70 US$ bergantung musim.

  1. Keuntungan Biro

Komponen biaya ini tidak ada standarnya, tapi tentu saja sulit kita bisa bayangkan ada biro yang keuntungannya hanya dibawah 5% dari biaya dasar

Selain biaya biaya tersebut, masih ada komponen biaya lain seperti pengurusan pasport, toolkit (kaos, seragam, buku) yang seringkali merupakan tanggung jawab pribadi.

Dengan hitungan tersebut, maka biaya umroh minimal untuk paket umroh dengan level fasilitas terkait adalah

  1. Non Bintang : US$1200
  2. Bintang 3 : US$1400
  3. Bintang 4 : US$1600
  4. Bintang 4 : US$1900

Dengan rate Dollar 14.000 tentu saja kita bisa mengasumsikan bahwa jika ada paket umroh yang dijual dibawah Rp17.000.000 tidak akan menutupi modal bisnis. Lalu kenapa masih banyak saja travel umroh yang menjual paket umroh dengan harga sangat murah ?

Apakah travel umroh yang menjual paket dengan harga sedemikian itu hanya sekedar promosi ? atau hanya gali lobang tutup lobang saja ?. Lalu juga kenapa banyak travel umroh yang menjual paket dengan harga miring menerapkan sistem antrian dengan alasan kuota ? Padahal beda dengan haji yang memiliki kuota, umroh tidak ada batasan sama sekali.

Apakah kita sedang menuju “kiamat” penyelenggaraan umroh dari data penulis, ada beberapa ratus ribu calon jamaah umroh masuk “daftar antrian” dengan model umroh murah seperti ini ?

Entahlah, Intinya, hati hati, jangan beresiko dalam ibadah umroh. Seperti ungkapan “thing that is too good to be true, probably is”

http://musmus.me/index.php/2015/12/21/ini-bahaya-dibalik-paket-umroh-murah/

Tulisan asli dari kompasiana


  • 0

  • 0

Umroh Reguler Tahun 2015-2016

Merupakan Program Umroh Reguler yang diselenggarakan oleh Saibah, Biro Umroh semarang untuk melayani Para Jamaah Umroh. Insya Allah ada keberangkatan tiap Minggu setiap bulan.

Apa yang anda dapatkan ?

  1. Tiket Pesawat Garuda pulang pergi (Semarang – Jakarta – Jeddah ) Kelas Ekonomi
  2. Pengurusan Visa Umroh
  3. Bimbingan/Manasik Umroh 3x
  4. Transportasi dengan bis Full AC
  5. Akomodasi sesuai paket termasuk Hotel (Hotel dekat dengan Masjidil Haram, sekelas Tower Jiwar atau Royal Dar Aiman di Makkah dan Mubarok atau Dyar International di Madinah) yang telah ditentukan dan makan 3 X sehari dengan Menu Indonesia
  6. Muthowiff/Guide berpengalaman
  7. Air Zam-zam 5 liter
  8. Ziarah kota Mekah ke museum (dg catatan ijin dari muasasah sudah disetujui)
  9. Perlengkapan Ibadah Umroh atau Haji
  • Travelling bag/ Tas Bepergian
  • Ihram (Pria)/ Mukena (Wanita)
  • Tas Tenteng
  • Tas Dokumen
  • Tas Sandal
  • Bargo bagi Wanita
  • Buku Doa
  • Bahan Seragam Saibah
Biaya belum termasuk :
  1. Pengurusan Paspor
  2. Airport tax dan handling sebesar Rp. 950.000
  3. Suntik Meningitis Rp. 305.000
  4. Biaya pengeluaran Pribadi (Telepon, laundry, kelebihan bagasi, tip dan lainnya)
  5. Biaya kursi roda ketika tawwaf dan sa’i bagi yang tidak mampu
  6. Pengurusan surat mahrom Rp. 350.000 bagi wanita yang berumur kurang dari 45 tahun yang tidak didampingi muhrimnya.
Pembatalan 
  1. 7 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 75%
  2. 15 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 50%
  3. 30 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 25%

Jadwal Perjalanan (Jadwal Bisa berubah Tergantung kondisi)

Hari 01
SEMARANG – JAKARTA – JEDDAH – MADINAH :
Berangkat dari semarang menuju Bandara Soekarno-Hatta (SH). Dari bandara SH menuju Jeddah. Tiba di Jeddah berangkat menuju Madinah dengan bus AC.

Hari 02
MADINAH : Ziarah Makam Rasulullah dan pemakaman baqi (Makam Sahabat dan Keluarga Rasulullah).

Hari 03
MADINAH : Ziarah Masjid Quba (Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah), Jabal Uhud (Lokasi Perang Uhud), Masjid Qiblatin (Masjid dengan 2 Kiblat), dan Kebun Qurma.

Hari 04
MADINAH – MEKKAH : Acara bebas. Bersuci diri dan ber-ihram, menuju Mekkah – Thawaf dan Sa’i.

Hari 05
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 06
MEKKAH : Ziarah Jabal Tsur (tempat persembunyian Rasulullah), Arafah (tempat Wuquf Haji), Jabal Rahmah (tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa), Muzdalifa,Mina (tempat lontar jumroh), Jabal Nur (ada goa Hira’ tempat turunnya wahyu pertama bagi Rasulullah), Masjid Ji’ronah (Batas Miqot Umroh Sunnah), Masjid Kucing (Masjid Abu Hurairah), Masjid Jin, Pemakaman Ma’la (ada makam Sayyidina Siti Khadijah).

Hari 07
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 08
MEKKAH – JEDDAH : Setelah Thawaf Wada’ menuju Jeddah, wisata kota Jeddah, Laut Merah, (Laut yang terbelah pada zaman Nabi Musa), dan belanja di Cornie Commercial Centre (BALAD), meninggalkan Jeddah menuju Jakarta.

Hari 09

JAKARTA – SEMARANG : Insya Allah tiba di Jakarta kemudian kembali ke Semarang.


  • 0

Umroh Sejarah Madinah 2015-2016

Kembali Biro Umroh Saibah Semarang menghadirkan Umroh Sejarah, selain umroh reguler. Untuk Tahun 2015-2016 ini kami akan membahas mengenai bagaimana Rasulullah SAW Membangun kota Madinah sehingga Umroh ini bertemakan Umroh Sejarah Madinah insya Allah pada tanggal 27 desember 2015.

Tetap didampingi oleh Ustadz Budi Ashari LC ( Host Khalifah Trans 7 ) dan tim. Beliau seorang ahli di bidang Shiroh Nabawiyah.

Semoga dengan mengikuti umroh sejarah madinah, semoga kita bisa meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, sebagai teman, sebagai kepala keluarga, sebagai kepala negara dan tentunya sebagai pembawa kabar berita yang memperbaiki akhlak kita semua…aamiin.

Perdagangan

1. Mina :
Rasulullah dan para sahabatnya, tidak main-main dalam menyiapkan kota Madinah sebagai lokasi hijrah. Mina, yang hari ini menjadi bagian dari rukun haji bagi setiap jamaah haji, adalah tempat yang dipilih sebagai lokasi merencanakan hijrah tersebut. Mengapa Mina yang dipilih ? Seperti apa situasi Mina pada saat nabi dan para sahabatnya merencanakan hijrah ? Inilah yang akan kita ketahui saat umroh bersama kami…

promo umroh sejarah

Umroh Sejarah desember 2015 Biro Umroh Saibah semarang 2-2

2. Pasar Yahudi :
Jika kita mengunjungi kota Madinah saat ini, terutama di sekitar Masjid Nabawi, kita hanya melihat hotel dan bangunan perkantoran berbaris rapi menghias keramahan kota nabi ini. Namun pernahkah kita berpikir, bahwa dahulu ekonomi kota Madinah di zaman nabi, di topang oleh dua pasar ? Ya pasar kaum yahudi yang telah lama berdiri dan pasar muslimin yang didirikan kaum muslimin saat hijrah.
Lalu dimanakah lokasi pasar tersebut hari ini ? Tak hanya itu, dalam program umroh kali ini, para pembimbing akan menyampaikan sejarah tentang cara nabi menguasai perekonomian di Madinah, mengalahkan kehebatan pasar yahudi yang akhirnya tutup seiring diusirnya orang-orang yahudi dari Madinah tahun 7 H

umroh sejarah bersama ust budi ashari dan saibah

121123100617-lawrence-jordan-1-horizontal-gallery

3. Uhud :
Peperangan ini adalah merupakan misi balas dendam kaum kafir Quraisy atas kekalahan mereka di perang Badr. Sekitar 10.000 prajurit mereka kirim untuk menghadapi pasukan muslimin yang hanya berkekuatan 3.000 orang. Semula angin kemenangan berpihak kembali kepada kaum muslimin. Namun disaat kemenangan didepan mata, Allah memberikan pelajaran kepada kaum muslimin. Penyebab yang terlihat kasat mata adalah ketidaktaatan sebagian besar pasukan panah yang berjumlah 50 orang atas perintah nabinya. Namun apa penyebab utama dari kejadian ini ? Mengapa Allah sampai menimpakan kekalahan kepada kaum muslimin, padahal di tengah-tengah pasukan ada sosok nabi Nya yang ma’shum yang menjadi jaminan bahwa pasukan ini dipenuhi oleh pasukan orang-orang beriman ?

Misteri ini akan terkuak dalam program umroh kali ini insya Allah…

Keterangan Lebih lanjut Hubungi
PT. SAIBAH MULIA MANDIRI
Jalan Hasanudin 243 B
Telp/Fax 024-3521821, 3548963,
Mobile/HP  – 0812 2544 2388
SEMARANG-INDONESIA
www.saibah.co.id


  • 0

Idul Adha Antara UDHIYAH DAN TADHIYAH

Category : Artikel lain , Blog

Setelah berpisah dengan ‘Iedul Fithri yang baru lalu, insyaa-allah sebentar lagi kita akan dipertemukan kembali dengan hari raya kedua dalam Islam, ‘Iedul Adha. Itulah dua hari raya yang dimiliki oleh kaum muslimin. Jika ‘Iedul Fithri terkait dan tergantung pada rukun ibadah shaum Ramadhan, maka ‘Iedul Adha terkait dan tergantung pada rukun ibadah haji ke Baitullah di Tanah Suci. Salah satu hikmah yang bisa kita petik dibalik pengaitan kedua ‘ied tersebut dengan kedua rukun Islam itu adalah agar penyambutan dan peringatan kedua hari kegembiraan islami tersebut tetap dalam nuansa ibadah yang penuh kekhusyukan, dan didasari oleh komitmen syar’i yang tinggi

YAUMUN NAHR

‘Iedul Adha adalah nama lain dari Yaumun-Nahr yang merupakan “harinya jamaah haji” yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah ketika jamaah haji sampai di Mina – setelah malamnya mabit di Muzdalifah, dan sehari sebelumnya wuquf di Arafah – untuk melempar jumrah Aqabah, menyembelih hadyu dan bercukur. Dan Yaumun-Nahr berarti hari penyembelihan karena amalan yang paling utama dan menonjol pada hari istimewa itu adalah menyembelih udhiyah atau hewan qurban (dan juga hewan-hewan yang lainnya selain qurban bagi jamaah haji). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Tidak ada satu amal pun yang dilakukan seorang anak manusia pada Yaumun-Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban yang disembelih). Maka berbahagialah kamu karenanya” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad yang shahih).

Berdasarkan hadits tersebut, berqurban merupakan amalan yang paling istimewa yang tidak bisa digantikan oleh amalan-amalan lain pada hari istimewa itu, dan menyembelih udhiyah tetap lebih afdhal daripada bershadaqah yang senilai dengan harga hewan qurban, sebagaimana di-tarjih oleh banyak ulama seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan lain-lain. Oleh karena itu – dalam rangka menyambut ‘Iedul Adha – patutlah bagi setiap orang Islam yang mampu agar mengikhlaskan niat, menguatkan tekad hati dan mempersiapkan diri untuk memprioritaskan pelaksanaan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini yang sekaligus merupakan sunnah imam para muwahhidin (orang-orang yang mentauhidkan Allah), yakni Khalilullah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah}.

IBADAH PERSEMBAHAN

Menyembelih udhiyah merupakan salah satu bentuk ibadah ritual yang hanya boleh dipersembahkan dan ditujukan dengan ikhlas kepada Allah semata. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka dirikanlan shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (karena Tuhanmu pula)” (QS. Al-Kautsar [108]: 2). Dengan demikian prosesi menyembelih hewan qurban yang dilakukan sebagai ibadah ritual persembahan untuk Allah Ta’ala adalah salah satu bentuk representasi kemurnian iman dan tauhid seorang mukmin. Allah berfirman (yang artinya): “Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam; tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah)” (QS. Al-An’am [6]: 162). Dan sebaliknya memperuntukkan dan mempersembahkan sembelihan apapun kepada selain Allah adalah sebuah tindakan syirik yang dilaknat oleh Allah (lihat HR. Muslim).

Dan memang penyembelihan hewan sebagai persembahan untuk selain Allah (yakni untuk berhala-berhala) merupakan salah satu bentuk ritual istimewa yang biasa dilakukan oleh orang-orang musyrik sepanjang sejarah. Sebagaimana ritual yang sama juga biasa dilakukan oleh para dukun dan penyihir sebagai bentuk persembahan kepada jin yang dimintai bantuan dalam aktivitas perdukunan dan penyihiran mereka. Atau itu juga biasa menjadi salah satu persyaratan yang mereka minta agar dilakukan oleh orang-orang yang mendatangi mereka untuk berbagai maksud dan tujuan, seperti pengobatan, perjodohan dan lain-lain. Apa yang sering kita dengar tentang adanya penanaman kepala kerbau, sapi, kambing atau yang lainnya dalam proses pembangunan rumah, jembatan dan proyek-proyek lainnya misalnya, hanyalah contoh dan bentuk lain dari ritual penyembelihan syirik tersebut. Kita juga tidak jarang mendengar adanya ritual mempersembahkan hewan-hewan tertentu dalam penanggulangan bencana-bencana alam yang banyak terjadi di Tanah Air. Mungkin juga ada yang melakukan hal semacam itu dalam upaya penanggulangan bencana lumpur Lapindo misalnya. Itu semua dan semacamnya adalah tindak kenaifan yang sangat tidak logis disamping merupakan penyimpangan akidah yang sangat memprihatinkan.

HIKMAH QURBAN

Sebagai persembahan untuk Allah, hewan qurban disyaratkan harus baik, sehat dan sempurna. Semakin baik dan sempurna hewan qurban seseorang, maka semakin baik dan sempurna pulalah nilai ibadah dan pahalanya di sisi Allah. Dan sebaliknya, tidak boleh atau tidak sah seseorang berqurban dengan hewan yang cacat dengan kecacatan yang nyata, seperti juling yang nyata, sakit yang nyata, pincang yang nyata, kurus yang nyata (lihat HR. Ahmad, Ash-habus Sunan dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh At-Tirmidzi), dan cacat-cacat sejenis lainnya. Dari sini kita mengambil pelajaran besar bahwa, apapun yang kita persembahkan untuk Allah dalam hidup ini haruslah kita lakukan dengan penuh totalitas, tidak setengah-setengah, dan bersifat sempurna yang tidak mengandung cacat, tentu sebatas kemampuan. Baik itu dalam hal shalat, puasa, zakat, infaq, haji, dakwah, jihad, berkorban dan lain-lain.

Dan karena sifatnya sebagai persembahan khusus untuk Allah itu pula, maka menurut jumhur ulama, tidak ada bagian manapun dari hewan qurban yang boleh dijual atau dijadikan sebagai upah jagal misalnya, termasuk kulitnya, bulunya dan bahkan kain penutup yang dipakaikan pada hewan qurban sebagai penahan cuaca panas dan dingin sejak seekor hewan telah ditetapkan sebagai udhiyah sampai saat disembelih. Karena sejak ditetapkan sebagai qurban yang dipersembahkan untuk Allah, maka hewan udhiyah itu telah murni menjadi “milik” Allah. Dan Allah Ta’ala – melalui Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam – hanya mengizinkan agar “milik”-Nya itu dikonsumsi oleh pequrban dan keluarganya, disimpan, dan dibagi-bagikan sebagai sedekah atau hadiah, dan tidak untuk dijual (HR.Muttafaq ‘alaih). Dan dari sini kita kita mendapatkan pelajaran besar bahwa, jika kita benar-benar telah menjual jiwa, harta dan segala milik kita kepada Allah (lihat QS. At-Taubah [9]: 111), yang berarti jiwa, harta dan semua milik kita telah murni menjadi ”milik” Allah, maka apapun yang kita lakukan terhadap apa-apa yang ada pada kita itu haruslah atas seizin dan perkenan Sang Pemilik, Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bukan sekehendak dan semau kita sendiri.

ANTARA UDHIYAH DAN TADHIYAH

Ada hikmah lain yang sangat penting di balik syariat ibadah ber-udhiyah, yakni adanya keterkaitan yang sangat erat antara udhiyah (berqurban, menyembelih hewan qurban) dan tadhiyah (berkorban secara umum), baik secara bahasa maupun secara makna. Secara bahasa, udhiyah dan tadhiyah berasal dari kata dhahha yudhahhi yang berarti berqurban dan berkorban sekaligus. Adapun secara makna, ber-udhiyah adalah bagian dari tadhiyah, karena memang esensi dari ibadah qurban (ber-udhiyah) adalah pengorbanan itu sendiri. Apalagi jika kita mengingat bagaimana pada mulanya sunnah qurban ini harus dilaksanakan oleh Khalilullah Ibrahim ‘alaihis-salam, dimana beliau diperintahkan untuk berkorban dan berqurban dengan menyembelih putra tercinta beliau, Nabi Ismail ‘alaihis-salam, meskipun akhirnya ditukar dengan sembelihan kambing yang besar, setelah terbukti secara nyata ketaatan dan kesabaran beliau berdua dalam memenuhi perintah Allah (lihat QS. Ash-Shaaffaat [37]: 102-107).

Maka ibadah ber-udhiyah, dengan demikian, akan menanamkan dalam diri kita dan diri setiap pequrban kecintaan dan semangat untuk selalu siap berkorban dengan apa saja yang kita miliki di jalan Islam, dakwah dan perjuangan, yang merupakan syarat untuk mencapai kemenangan Islam dan mengembalikan’izzah (kemuliaan) serta kekuatan kaum muslimin sebagai khairu ummah (sebaik-baik ummat). Maka marilah kita selalu ber-udhiyah (berqurban) dan ber-tadhiyah (berkorban) agar kita dan ummat kita tidak selalu menjadi atau dijadikan korban! Ingat, kita adalah ummat pequrban dan bukan ummat korban! Wassalam.


Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016